HALO PURBALINGGA – Jumlah Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kabupaten Purbalingga, dalam dua tahun meningkat 1.650 persen. Saat ini jumlahnya menjadi 33 desa setelah sebelumnya hanya 2 desa pada 2021.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, melaunching 31 desa tambahan sebagai pilot project DRPPA itu, Rabu (14/12/2022) di Pendopo Balai Desa Toyareka Kecamatan Kemangkon.
Hadir dalam kegiatan tersebut, staf ahli bupati, kepala OPD terkait, dan forkopimcam Kemangkon.
Bupati Tiwi juga mengukuhkan 31 Sahabat Perempuan dan Anak (Relawan Sapa) dan menandatangani nota kesepahaman bersama 31 Kepala Desa untuk menjadi pilot project DRPPA.
“Perempuan adalah tiangnya bangsa, dan anak-anak adalah aset bangsa oleh karenanya harus kita jaga, perangi kekerasan dan kesenjangan sosial,” katanya.
Kepada para relawan Sapa, Bupati Tiwi berpesan agar mensosialisasikan kepada masyarakat berkenaan undang-undang yang melindungi perempuan dan anak korban kekerasan.
Dia melanjutkan, output dari sosialisasi DRPPA tersebut antara lain untuk meminimalisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, mencegah pernikahan dini, dan pemberdayaan perempuan melalui life skill.
Bupati Tiwi juga mendorong agar ada keterwakilan perempuan di pemerintahan, segera bentuk forum anak di setiap desa.
Sekretaris Dinsosdaldukkbp3a, Pandansari mengatakan tujuan kegiatan launching Pengembangan DRPPA ini antara lain memperkecil kesenjangan terhadap perempuan dan anak, serta menggalang dukungan kepada seluruh stakeholder.
“Kegiatan ini sebagai sosialisasi program DRPPA kepada masyarakat dan memenuhi hak atas perlindungan perempuan, serta sarana dan prasarana yang ramah anak,” kata dia. (HS-08)