HALO KENDAL – Sebagai bentuk kepedulian kepada nelayan yang terdampak inflasi, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal menyalurkan bantuan sosial kepada para nelayan, yang dilaksanakan di Kantor DKP Kendal, Selasa (13/12/2022).
Penyerahan secara simbolis dilakukan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, didampingi Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun, beserta jajaran Forkopimda, Sekda Kendal, Sugiono, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo.
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya mengatakan, dampak inflasi yang tinggi membuat daya beli masyarakat merosot.
Sementara belanja rumah tangga merupakan tulang punggung perekonomian. Di sisi lain, suku bunga yang tinggi membuat ekspansi dunia usaha terhambat.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134/PMK.07 Tahun 2022 tentang Belanja Wajib menganggarkan total 2% dari APBD untuk dana bantuan sosial bagi kelompok masyarakat yang terdampak inflasi.
“Dimana salah satu unsur penerima bantuan dari belanja wajib tersebut adalah nelayan. Sehingga hari ini kita salurkan bantuan sosial kepada para nelayan di Kabupaten Kendal, yang terdampak inflasi. Mudah-mudahan bantuan yang ada ini dapat sedikit meringankan beban nelayan,” ujar Bupati.
Dico mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan inflasi sesuai yang diamanatkan melalui Perbup Nomor 23 Tahun 2022. Yaitu meregulasikan anggaran dan membuat petunjuk teknis pemberian bantuan dampak penanganan Inflasi kepada yang berhak mendapatkan.
“Pesan saya kepada para nelayan, untuk terus menggiatkan kegiatan lelang ikan di seluruh TPI yang ada di Kendal. Sehingga dengan demikian nelayan dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui PAD Kabupaten Kendal, dan dapat menjadi multiplayer effect yang positif bagi semua di Kabupaten Kendal,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, total pemberian bantuan sosial dampak inflasi kepada nelayan Kendal senilai Rp 584.400.000.
Bantuan sosial tersebut disalurkan bagi 1.948 orang nelayan, masing-masing senilai Rp 300 ribu. Selain itu juga diserahkan 150 kartu BPJS ketenagakerjaan kepada para nelayan di Kendal.
“Dalam proses pemberian bantuan, tentu masih banyak kekurangan. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para nelayan yang belum terakomodasi dalam pemberian bantuan pada tahun ini,” ungkap Hudi. (HS-06)