in

Kombinasi Potensi Motor dan Kemampuan Pembalap

HALO SEMARANG – Francesco Bagnaia, juara dunia MotoGP 2022, kembali diunggulkan pada musim depan.

Pecco, sapaan akrab Bagnaia, mengakhiri musim ini dengan mengesankan.

Dia berhasil memutus puasa gelar Ducati sejak titel terakhir dan satu-satunya diraih Casey Stoner pada 2007.

Hebatnya lagi, pembalap asal Italia menjadi kampiun selepas tertinggal 91 poin di belakang rival yang dikalahkannya, Fabio Quartararo.

Sukses ini tak lepas dari kombinasi potensi motor Desmosedici GP22 dan kemampuan membalap Bagnaia.

Mantan murid Valentino Rossi ini hampir tak terkalahkan dengan catatan lima kemenangan dan tiga hasil podium lain dalam 10 balapan terakhir.
Euforia dari perayaan titel masih dirasakan oleh Pecco.

‘’Saya telah mencerna fakta bahwa saya menjadi seorang juara,’’ ungkap Pecco seperti dikutip dari Corsedimoto.

Keberhasilan merebut gelar pada musim 2022 di satu sisi telah mengonfirmasi potensi besar yang dimiliki Bagnaia.

Setelah debut yang kurang mulus di kelas para raja, juara dunia Moto2 2018 itu mulai menunjukkan sinarnya dengan performa memesona.

Musim lalu, dia menang empat kali dan finis di atas podium satu kali lagi dalam enam seri terakhir.

Menariknya, semuanya dimulai dari kemenangan pertamanya pada Grand Prix (GP) Aragon 2021.
Kendati sudah berada di puncak, Bagnaia tak mau leha-leha.

Dia ingin menjadi juara lagi dengan Marc Marquez ikut bersaing sejak balapan pertama musim depan.

Marquez adalah juara dunia MotoGP enam kali dari tim Repsol Honda. (HS-06)

Sudutkan Penolakan Eks Juara Kelas Berat Ringan

Buntut Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Semarang, Penyidik dan Pejabat Kejati Jateng Diperiksa Jamwas Kejagung