in

Jeany Harmono, Pebalap Supermoto Tak Kalah Bernyali dengan Laki-laki di Arena Balapan

Pebalap wanita asal Surabaya, Jeany Harmono ikuti ajang balap Trial Game Asphalt (TGA) di Sirkuit Mijen, Kota Semarang.

MESKI belum bisa menjadi juara di kelasnya saat bersaing di ajang balapan Trial Game Asphalt 2022 yang digelar Jumat-Sabtu di lintasan Sirkuit Mijen Semarang (2-3/11/2022), namun pebalap wanita satu-satunya di antara para rider laki-laki, Jeany Harmono mencuri perhatian tersendiri. Wanita kelahiran Surabaya, 3 Juni 1978 itu mampu tampil apik dengan melahap semua laps di dua kelas yang dia ikuti.

Wanita dengan tinggi 160 centimeter itu tampil di kelas FFA 450 master dan 175 master, serta berhasil menyelesaikan balapannya hingga garis finish dan duduk di posisi 6 besar. Jeany memang belum bisa finish di rombongan depan, dia harus rela berada di belakang pebalap lainnya yang punya catatan waktu lebih cepat.

Meski dikelilingi pebalap laki-laki di arena balapan, tidak membuat Jeany Harmono ciut nyali dan minder saat menunggang kuda besinya. Terlihat perjuangan Jeany saat turun di kelas FFA 450 master di awal putaran dari total 6 laps, sempat merangsek di urutan 4 besar, dan langsung memberikan tekanan pada rider di rombongan depan.

Beberapa pebalap di depannya juga mampu disalip, untuk memperbaiki posisinya saat start di urutan ke-6. Namun, saat finish Jeany harus puas turun kembali berada di posisi semula seperti saat start awal yakni urutan 6. Di kelas FFA 450 master ini, Jeany harus mengakui kecepatan pebalap laki-laki yang finish di urutan terdepan, Eko Aris diposisi pertama, disusul M Zaki, dan Maulana di tempat ketiga.

Sedangkan di kelas trail 175 Master, wanita dari tim JHOO Momo Jpx Gordon itu juga belum bisa berbuat banyak. Jeany tampil gaspol untuk bersaing dengan pebalap yang juga sedang on fire. Meski akhirnya dewi fortuna belum berpihak pada Jeany, dan harus kalah dari Maulana (posisi pertama), M Effendi (kedua), dan Ervan Adi (ketiga).

Nampaknya, syarat pengalaman dan pernah menjajal trek lintasan basah Sirkuit Mijen beberapa waktu sebelumnya, belum bisa menjamin dirinya untuk melenggang mulus, baik saat dalam sesi free practice dan kualifikasi penentuan pole position pada Jumat (2/12/2022).

“Memang saat kondisi hujan pebalap akan sedikit punya kendala di lintasan, karena selain trek basah dan ada genangan, di aspal rawan licin. Sehingga pebalap perlu penyesuaian lagi, selain setel motor agar tak terlalu agresif, juga harus atur gas untuk jaga kecepatan agar konstan,” ungkap Jeany, saat ditemui Halosemarang.id di Sirkuit Mijen, Sabtu (3/11/2022).

Putri dari Momo Harmono ini mengaku selama mengikuti balapan motor, kerap mengalami cedera. Seperti yang dialaminya beberapa waktu lalu di ajang balapan road race di Boyolali dan dirinya sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Kalau cedera jatuh sudah biasa, seperti bagian lutut tapi sudah sembuh ikut balapan lagi. Soalnya senang balap, karena turun dari ayah saya juga seorang pebalap supermoto,” paparnya.

Kerap alami cedera, tak membuat nyali Jeany turun sedikit pun. Justru pengalaman ini dijadikan pembelajaran dan menambah pengalaman untuk seri-seri berikutnya. “Sampai sekarang di bagian bahu saya masih agak bermasalah, jadi masih sedikit trauma karena pernah jatuh di lintasan Boyolali,” ungkapnya.

Sedangkan sederet prestasi Jeany cukup mentereng, sejak bergelut di balapan motor tahun 1955 sampai 1999 selalu tampil menjadi juara nasional khusus wanita. Dan pernah mengikuti sekolah balap di Inggris pada tahun 2001.(HS)

Kedubes Rusia di Jakarta Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Cianjur

Kembangkan Potensi Desa Wisata, Disporapar Kendal Gelar Lomba Mancing Bersama Bupati