HALO SEMARANG – Moderasi beragama dan bela negara merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini menjadi sebuah keniscayaan, karena menjadi umat beragama yang baik, di antaranya adalah dengan menjadi warga negara yang baik.
Demikian benang merah pernyataan Alissa Wahid, putri sulung Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pada Rapat Kerja Nasional I Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU), baru-baru ini.
“Kita tahu, Indonesia bukanlah negara agama, namun agama mengambil peran dan posisi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Direktur Nasional Gusdurian Network ini, di Kampus UI, Depok belum lama ini.
Adapun cara merawat Indonesia, menurut dia, di antaranya dengan menjadi warga negara yang baik.
“Oleh karena itu, sudah selayaknya nilai-nilai cinta tanah air, bela negara, dengan ditopang semangat keberagamaan, perlu dijaga dan ditumbuhkembangkan pada ekosistem pendidikan, mulai dari Pendidikan Usia Dini hingga Perguruan Tinggi,” kata aktivis multikulturalisme, demokrasi, hak asasi manusia (HAM) dan gerakan muslim moderat Indonesia ini, seperti dirilis kemenag.go.id.
Dalam kaitan tersebut, Alissa Wahid, yang juga adalah kolumnis terkemuka Tanah Air, mengapresiasi inisiatif Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, untuk melakukan sosialisasi dan penguatan moderasi beragama, dalam berbagai program dan kebijakannya.
“Saya mengapresiasi inisiatif Direktorat Pendidikan Agama Islam, mengadakan berbagai program insersi dan penguatan moderasi beragama pada perguruan tinggi dan konteks terkait lainnya,” kata dia.
Alissa Wahid juga mengungkapkan optimisme, upaya ini akan memberikan dampak positif yang luas dan berkesinambungan.
Dalam diskusi tersebut, Alissa Wahid juga mengatakan dapat menangkap semangat dan energi yang kuat dari anak-anak muda, untuk terus mengembangkan moderasi beragama dan bela negara.
“Mari kita terlibat dengan mendukung dan mendampingi generasi muda ini untuk menjadi warga negara yang baik dengan mengembangkan mindset moderat dan toleran,” kata dia. (HS-08)