in

Kenang Tokoh Penyebar Agama Islam di Kendal, Haul Kiai Aqrobudin 2022 Digelar

Haul Waliyullah Aqrobuddin, di Masjid Desa Kaliyoso, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Selasa (29/11/2022).

HALO KENDAL – Masyarakat Desa Kaliyoso, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal dan sekitarnya, menghadiri acara Haul Waliyullah Aqrobuddin Tahun 2022, yang digelar di Masjid Desa Kaliyoso, Selasa (29/11/2022).

Kiai Aqrobuddin dikenal sebagai seorang ulama kharismatik yang diketahui sebagai orang yang “babat alas” Desa Kaliyoso.

Semasa hidupnya, Kiai Aqrobudin senantiasa melaksanakan kewajibannya, dalam mensyiarkan ajaran agama Islam di daerah tersebut. Seperti mengajar mengaji dan menjadi imam masjid yang dibangunnya.

Dikisahkan, penamaan Desa Kaliyoso, saat Kiai Aqrobuddin dan Ki Ageng Kemangi sedang membuat saluran kali atau saat ini disebut dengan irigasi. Yaitu Kali yang berarti sungai, dan Yoso yang berarti membuat atau membangun. Dengan maksud dapat dipahami secara bahasa, yaitu sebuah usaha untuk membuat kali atau sungai.

Selain itu, Kiai Aqrobuddin juga dikenal sangat dermawan. Ia sering membagi-bagikan padi simpanannya kepada masyarakat setempat, ketika Belanda merampas secara paksa semua padi simpanan masyarakat Kaliyoso.

Anehnya, dimitoskan, lumbung padi milik Kiai Aqrobuddin tidak terlihat berkurang. Bahkan, meski dibagikan juga kepada masyarakat luar daerah Kaliyoso yang kekurangan bahan makanan, namun lumbungnya tetap banyak simpanan padi.

Itulah, keberadaan Kiai Aqrobuddin dianggap sangat mengganggu usaha Belanda, yang berniat menguasai daerah Kaliyoso. Konon, sejak dlu Kaliyoso diincar karena kekayaan alamnya tersebut.

Berbagai cara pun dilakukan oleh Belanda untuk dapat menangkap Kiai Aqrobuddin. Namun, dalam kurun waktu yang lama Belanda tak juga dapat menemukan keberadaan Kiai Aqrobuddin.

Setelah berhasil menangkap, Kiai Aqrobuddin rencananya akan dibunuh. Namun, usaha serdadu Belanda untuk membunuh Kiai Aqrobuddin selalu tidak berhasil.

Akhirnya Kiai Aqrobuddin disiksa dengan posisi tubuh diikat dan digantung dengan posisi kepala di bawah atau biasa dikenal dengan posisi “jungkir”.

Itulah yang kelak menjadikan Kiai Aqrobuddin ini juga dikenal dengan sebutan Mbah Jungkir. Dengan penuh tawakkal, Kiai Aqrobuddin dapat melalui siksaan demi siksaan yang dilakukan oleh serdadu Belanda.

Alhasil, Belanda lah yang putus asa karena usahanya untuk membunuh Kiai Aqrobuddin tak kunjung berhasil. Karena putus asa Belanda kemudian dilepaskan Kiai Aqrobuddin tanpa syarat.

Pada akhir hayatnya, Kiai Aqrobuddin dimakamkan di belakang masjid tempat beliau mensyiarkan ajaran Islam.

Selain meninggalkan sebuah masjid yang menjadi saksi bisu perjuangannya, beliau juga meninggalkan sebuah bedug keramat yang konon selalu berbunyi ketika memasuki waktu salat di zaman dahulu.

Meskipun sekarang sudah tak pernah berbunyi sendiri lagi, cerita tersebut dipercaya sebagai sebuah kisah nyata dan dikisahkan secara turun temurun warga setempat.

Hal itu disampaikan oleh Camat Kangkung, Antin, saat dirinya menghadiri Haul Kiai Aqrobuddin, di Masjid Desa Kaliyoso.

Acara haul sendiri diisi dengan ceramah oleh KH Ahmad Asnawi selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darun Na’im Kudus, dan dihadiri Rois Syuriyah PCNU Kendal, Izzudin Abdussalam, Kepala Desa Kaliyoso, Zaenuri dan masyarakat di Kecamatan Kangkung.

Menurut Antin, kegiatan haul merupakan tradisi yang terus lestarikan, sebagai bentuk penghargaan kepada para tokoh agama atau alim ulama yang telah meninggal dunia seperti Kiai Aqrobuddin.

“Di mana semasa beliau telah berjuang guna syiar agama Islam, sehingga tentunya kita patut untuk mendoakan,” ujarnya.

Antin juga berharap, dengan digelarnya haul, bisa memotivasi masyarakat untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah. “Selain itu, haul juga bisa memperkuat persatuan dan kesatuan, dalam mewujudkan tata kehidupan masyarakat Kabupaten Kendal yang aman, tenteram, damai dan semakin sejahtera,” harapnya.(HS)

Pemerintah dan Buruh Sepakat Usulan UMK Kota Semarang Sebesar Rp 3,06 Juta

Dewan Dukung Penataan Reklame untuk Perindah Estetika Kota Semarang