HALO SEMARANG – Event pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Semarang yang berlangsung pada 23-27 November 2022 di Marina Convention Centre (MCC) diharapkan bisa menjadi ajang memperkenalkan teknologi terbaru kendaraan hybrid atau pun listrik yang ramah lingkungan.
Hal ini terlihat dari sebanyak sembilan merek atau brand yang tampil di event GIIAS kali ini sebagian besar memperkenalkan produk baik mobil maupun sepeda motor listrik terbarunya.
Dari pantauan, hari pertama pameran mobil yang ditampilkan ada kendaraan mewah yang beberapa waktu lalu digunakan delegasi KTT G20 di Bali, di antaranya, Ioniq 5 dari Hyundai, Toyota All New bZ4X, serta jenis City car, Mini EV DFSK, Wuling Airev. Sedangkan untuk mobil Hybrid, juga jajaran mobil terbaru dihadirkan seperti Kijang Innova Zenix.
Tak ketinggalan, motor listrik dari Polytron juga ikut dipamerkan, salah satunya produknya yakni FOX R.
Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi mengatakan, dalam ajang GIIAS Semarang ini dikenalkan teknologi terbaru mobil dan sepeda motor. Ada sebanyak 30 model kendaraan baru berteknologi mutakhir dihadirkan.
“Diharapkan, dengan adanya event GIIAS di Semarang bisa menumbuhkan industi otomotif di Jawa Tengah. Sebelumnya, event GIIAS digelar di luar Semarang, sudah menjual puluhan ribu mobil, ini tentunya bisa menjadi event yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi paska pandemi,” katanya.
Sekda Provinsi Jateng, Soemarno ya g hadir mewakili Gubernur Jateng sekaligus membuma event GIIAS menyampaikan, Pemprov apresiasi selenggarakan di Semarang, tentu sambut baik.
“Ini adalah bagian kondisi covid-19 cukup baik. Menuju pertumbuhan ekonomi, bagaimana menggerakan ekonomi dari sisi industri otomotif,” katanya.
Apalagi, lanjut Sekda Provinsi Jateng, pendapatan Asli Daerah ( PAD) Provinsi Jateng yang tertinggi di penprov adalah dari pajak kendaraan bermotor dan balik nama kendaraan bermotor.
“Sehingga kami berharap bisa berdampak pada pendapatan dari pajak kendaraan dan balik nama kendaraan bermotor, hasil dari transaksi jual beli kendaraan. Sehingga bisa untuk pendanaan pembangunan daerah,” terangnya. (HS-06)