in

Wakil Ketua DPRD Jateng Ajak Warga Panusupan Perkuat Gotong Royong

Ferry Wawan Cahyono dalam dialog ‘Sosialisasi Non-Perda’ bertema ‘Gotong Royong Menuju Bangsa yang Kuat,’ baru-baru ini, di Balai Desa Panusupan Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara. (Foto : dprd.jatengprov.go.id)

 

HALO BANJARNEGARA – Kehidupan bermasyarakat harus berbasis Pancasila, yang di dalamnya terkandung makna kegotongroyongan.

Untuk itu pemerintah daerah perlu mengedepankan kebersamaan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, Ferry Wawan Cahyono, dalam paparannya saat dialog Sosialisasi Non-Perda bertema Dari Gotong Royong Masyarakat Menuju Negara Kuat, baru-baru ini, di Balai Desa Panusupan Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara.

“Kebersamaan gotong royong harus diutamakan dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan begitu, semangatnya bisa tercermin dalam produk perundang-undangan maupun kebijakan. Politik sama sekali tidak identik dengan gontok-gontokan atau keinginan untuk menang sendiri,” kata dia, seperti dirilis dprd.jatengprov.go.id, Senin (31/10/2022)

Menurut dia, saat ini Bangsa Indonesia tengah memasuki masa endemi Covid-19, sehingga diperlukan kebersamaan dan kegotongroyongan segenap masyarakat dan anak bangsa. Karena dengan gotong royong, dapat membantu antarsesama dan tidak hanya slogan.

“Aksi nyata itu dapat dilihat tiap hari di berbagai sudut wilayah NKRI,” kata Ferry.

Karakter seperti Itulah yang menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan 2 tahun akibat pandemi Covid-19. Bahkan, jiwa-jiwa Pancasilais muncul tanpa diperintah.

“Pancasila juga merupakan simpul yang telah mengikat Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, modal bangsa Indonesia saat ini adalah gotong royong, yang manifestasinya adalah dialog dan musyawarah untuk mufakat,” lanjutnya.

Senada, tokoh masyarakat di Pejawaran, Bawono mengatakan Pancasila milik seluruh Bangsa Indonesia dan bukan hanya golongan tertentu.

Itulah keseimbangan yang ingin dibangun Pancasila menjalankan negara karena Pancasila bukan hanya klaim sepihak atau satu golongan semata.

“Tapi, Pancasila merupakan representasi kesepakatan bersama dan sari pati dari relasi sosio-kultural, serta yang paling penting adalah common dream (mimpi) semua anak bangsa. Gotong royong sebagai pedoman hidup bermasyarakat harus terus dilaksanakan demi terwujudnya Negara Indonesia yang kuat, maju, adil, dan makmur,” jelas Bawono. (HS-08)

Dua Saksi Cabut Kesaksian Kasus Pembunuhan Iwan Boedi, Polisi: Hak Mereka

Sosialisasi Media Tradisional, Wakil Ketua DPRD Jateng ini Sebut Wayang Milik Nasional