in

Mau Belajar dari Kesalahan

HALO SPORT – Kemenangan pada MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, 23 Oktober lalu, membuat Francesco Bagnaia menambah keunggulan menjadi 23 poin di depan rivalnya, Fabio Quartararo (tim Monster Energy Yamaha).

Pembalap tim pabrikan Ducati itu tinggal butuh dua poin lagi pada Grand Prix (GP) Valencia, 6 November mendatang, untuk menjadi juara dunia baru kelas utama MotoGP.

Pengamat MotoGP, Juan Martinez, menyebut Pecco, panggilan akrab Bagnaia, bisa tampil konsisten karena mau belajar dari beberapa kesalahan yang telah dibuatnya.

‘’Dia memiliki tekad sejak awal. Dia mengambil beberapa risiko, tetapi langkah itu berjalan sangat baik untuknya,’’ kata Martinez seperti dikutip dari Motosan.

Pecco memang membuat sejumlah kesalahan sendiri pada putaran pertama musim ini. Namun, mantan anak didik Valentino Rossi itu melakukan pembalikan pada paruh kedua.

Dari tertinggal 91 poin di belakang Quartararo, kini dia ganti memimpin dengan 23 angka. Pecco membuktikan bisa berjuang sendiri tanpa mendapatkan bantuan melalui team order.

‘’Di sekitar Bagnaia banyak terjadi kekacauan, tetapi dia mengatasi semuanya dengan sangat baik,’’ papar Juan.

Martinez optimistis rider berkebangsaan Italia ini akan menyelesaikan tugasnya dengan baik di Valencia,

‘’Apa yang dibutuhkan pembalap dalam memenangkan titel adalah dengan meraih kemenangan dan finis terdepan,’’ tandas Martinez.

Pada balapan terakhir nanti Pecco paling buruk finis di posisi ke-14 untuk mengunci gelar.(HS)

Antisipasi Banjir, Mbak Ita Pimpin Kerja Bhakti Massal se-Kota Semarang

Tes Kedalaman Skuad Arsenal