HALO KENDAL – Peringatan Hari Santri 2022 di Kabupaten Kendal disemarakkan dengan berbagai acara. Dimulai dari Lomba MQK, Lomba Hadroh, Upacara, Lomba Tumpeng, Pengajian, Lomba Pawai Keagamaan, Bazar, Penampilan Gus-Ning dan Sholawat Bersama.
Panitia Hari Santri 2022 di Kabupaten Kendal, Idris Nur mengatakan, rangkaian kegiatan dan lomba Hari Santri 2022 bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan pendidikan para santri dalam mendalami Alquran.
Selain itu, juga digelar lomba tumpeng untuk menampilkan kreativitas para peserta dalam membuat aneka olahan makanan untuk disajikan dalam tumpeng.
“Harapannya dengan kegiatan ini, bisa meningkatkan kualitas para santri. Apalagi hari santri itu sekarang bukan hanya milik warga NU (Nahdlatul Ulama), tapi milik warga Negara Indonesia. Ini menjadi kebanggaan, dan para santri tidak dipandang sebelah mata,” tandas Idris, Sabtu (21/10/2022).
Sehingga, lanjutnya, ada perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk para santri, khususnya pondok pesantren, dalam rangka meningkatkan pendidikan keagamaan.
“Selain itu, bisa memotivasi para santri benar-benar dibutuhkan masyarakat. Karena semboyan santri, iso opo wae, opo wae iso (bisa apa saja, apa saja bisa),” imbuh Idris Nur.
Salah satu juri lomba tumpeng, yang juga Wakil Ketua DPRD Kendal, Anurrochim mengatakan, ada empat kriteria yang menjadi penilaian dewan juri.
Politikus Partai Gerindra tersebut mengungkapkan, empat kriteria penilaian meliputi, penampilan, kebersihan, cita rasa dan kesesuaian tumpeng dengan tema Hari Santri 2022.
“Yang kita nilai utamanya adalah cita rasa. Kemudian tampilan, bisa menjaga budaya tumpeng yang identik dengan doa keselamatan dan mengangkat budaya adat Jawa. Selanjutnya kebersihannya, serta penampilan yang sesuai dengan tema Hari Santri 2022,” ujarnya.
Anurrochim juga menyebut, ada 37 peserta yang mengikuti lomba tumpeng di Hari Santri, yakni dari Kemenag Kendal, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan para santri.
Dirinya menjelaskan, soal cita rasa yang diutamakan, karena tumpeng mempunyai ciri khas rasa, terutama ciri khas tumpeng Kendal.
“Makanya rasa khasnya seperti apa, kemudian bagaimana para santri memberikan kreasi pada tumpeng yang dibuatnya,” jelas Anurrochim.
“Sementara untuk kebersihan, penilaian kita lihat dari sisi kebersihan penyajian tumpengnya. Untuk penampilan, yang kita nilai penataan seperti apa dan bagaimana tumpengnya, juga lauknya,” imbuhnya.
Untuk itu dirinya berharap, pemerintah daerah Kabupaten Kendal bisa mensupport kreasi para santri ini, dengan membuat jurusan-jurusan.
“Seperti tata boga dan tata busana, terutama yang berkaitan dengan ketrampilan memasak. Supaya para santriwati bisa berkreasi,” harapnya
Sebagai penutup, Anurrochim berharap, dengan tema Hari Santri 2022, peran santri untuk berkontribusi dalam pembangunan semakin nyata. Menurutnya hal tersebut tidak bisa dilepaskan. Apalagi Kendal identik dengan Kota Santri. (HS-06)