in

Kena Pemangkasan Lahan, KBP Banyudono Masih Mampu Capai Target PAD

Komisi C DPRD Provinsi Jateng memantau hasil produksi KBP Banyudono Boyolali, Selasa (18/10/2022), dan berdiskusi soal penerimaan pendapatannya. (Foto : dprd.jatengprov.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Kebun Benih Padi (KBP) Banyudono, Kabupaten Boyolali, masih mampu mencapai target pendapatan asli daerah (PAD), walaupun lahannya berkurang sekitar 4 hektare, akibat terkena proyek pembangunan jalan tol Solo – Jogja.

Hal itu diungkapkan Kepala KBP Banyudono, Suryono Budi Santosa, ketika menerima kunjungan Komisi C DPRD Provinsi Jateng, Selasa (18/10/2022). Rombongan DPRD dipimpin anggota Komisi C DPRD Jateng, Sarno.

Lebih lanjut Suryono Budi Santosa mengatakan pada pertengahan tahun lalu, ada upaya pemangkasan lahan balai. Awalnya lahan yang dimiliki seluas 6,40 hektare dan sekarang tinggal 2,3 hektare.

“Kemungkinan bisa berkurang lagi. Dampak pengurangan lahan itu akan berimbas pada panen pada tahun depan karena proses penanaman sampai panen bisa sampai enam bulan,” kata Budi, seperti dirilis dprd.jatengprov.go.id.

Namun demikian KBP Banyudono, menurut dia untuk tahun ini masih dapat memenuhi target PAD. Semula KBP Banyudono ditargetkan dapat menyetor ke PAD sebesar Rp 119.000.000. Adapun realisasinya hingga 17 Oktober 2022, sudah sebesar Rp 127.215.500.

Soal aset sekarang tidak bisa diganti uang, melainkan tetap lahan. Namun menurutnya, bila diuangkan nilainya bisa lebih dari Rp 55 miliar.

“Harapannya apabila ada ganti rugi lahan, harus ada jaminan air, dan satu lokasi yang sama, tidak terpencar-pencar karena bisa mempengaruhi hasil benih yang berbeda-beda kualitasnya,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, anggaran perbanyakan benih KBP Banyudono pada 2022 sebanyak Rp 90.112.000.

Untuk hasil benih KBP Banyudono, lanjut dia, memiliki merek dagang bertuliskan Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KB TPH) Banyudono dan ada tulisan Tegalgondo di kemasannya.

Benih dijual 80 % dari harga pasar, yakni masih di harga Rp 8.500 untuk harga petani dan untuk pembeli dari Tegalgondo dibandrol dengan harga Rp 12.000.

Sebelumnya, anggota Komisi C DPRD Jateng, Sarno, mengatakan kunjungan kali ini untuk berdiskusi dengan jajaran pengelola KBP Banyudono Kabupaten Boyolali, Selasa (18/10/2022).

Selain itu pihaknya ingin mengetahui perkembangan lahan balai benih yang terkena dampak pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

“Pembangunan jalan tol Solo-Jogja yang melewati lahan balai itu perkembangan dan dampaknya apa untuk Balai sendiri ?” tanya Sarno.

“Harapannya dari kunjungan Komisi C ke KBP Banyudono pada hari ini bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di Balai, terkait pemangkasan lahan akibat pembangunan jalan tol Solo-Jogja,” kata Sarno.

Senada, Anggota Komisi C Nurul Hidayah mengapresiasi target PAD 2022 yang tetap terpenuhi, meski ada lahan yang terpotong. Dirinya juga menanyakan masalah ganti rugi lahan tersebut.

Sumarji, Anggota Komisi C lainnya menanyakan soal pendistribusian hasil balai benih.

“Apakah hasil balai benih itu untuk umum atau gimana ? Kalau untuk umum, mereknya apa dan bagaimana cara membelinya ? Dan sudah sampai mana distribusinya ?” tanya Sumarji. (HS-08)

Bertemu Wakil PM Singapura, Ma’ruf Amin Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi

Komisi A DPRD Jateng Minta Potensi Tahura di Karanganyar Dioptimalkan