in

Tiga Hari di Pati, Wisatawan Perancis Kunjungi Waduk Seloromo dan Ikut Membatik

Wisatawan asal Perancis, Juliette Arrial, melihat batik Pati, ketika berkunjung ke daerah itu. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Seorang wisatawan dari Perancis, Juliette Arrial, mengungkapkan kepuasannya, setelah tiga hari, 13-15 Oktober 2022, berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Pati.

Bersama sejumlah pendamping dari Indonesia, Juliette berkunjung ke Waduk Seloromo, Wisata Batik Pati, kolam ikan, dan menyaksikan Ketoprak Wahyu Manggolo.

Pemilik Wisata Batik Pati, Yuliati Warno pun dengan antusias menerangkan proses pembuatan batik dari menggambar, mewarnai, merebus, hingga mengeringkan.

Juliette pun tampak senang melihat beraneka macam batik. Tidak lupa dia juga diberi kesempatan untuk membatik.

“Ini adalah pengalaman baru buat saya, dan saya sangat senang telah mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Pati. Pati sangat indah,” kata Juliette, seperti dirilis patikab.go.id.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dinporapar, Endah Murwaningrum menambahkan bahwa kepuasan Juliette saat berkunjung di Pati menandakan bahwa dengan segala potensi pariwisata dan ekonomi kreatifnya, Pati memang indah dan sangat layak dikunjungi.

Sementara itu salah satu tempat yang dikunjungi Juliette, adalah Waduk Seloromo atau Waduk Gembong, di lereng Gunung Muria sebelah timur, dekat dengan Waduk Gunung Rowo.

Waduk Gunung Rowo di Desa Sitiluhur, menjadi penyuplai air menuju Waduk Seloromo.

Di tempat ini, wisatawan dapat menikmati pemadangan danau besar, yang berpadu dengan bentang alam Gunung Muria dan hutan-hutan lebat di bawahnya.

Perpaduan gunung, hutan, waduk, air, dan padang rumput yang hijau menjadikan danau ini sangat memukau mata dan hati.

Waduk Gembong terletak di Desa Selorejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, dengan jarak tempuh kurang lebih 10 km dari pusat kota.

Waduk ini dibangun pada masa penjajahan Belanda (sekitar tahun 1930-1933), yang sampai saat ini masih bisa dinikmati, terutama untuk pengairan lahan di sekitarnya.

Waduk ini mengairi lahan pertanian (sawah) seluas 4.959.00 hektare di Kecamatan Gembong, Wedarijaksa, Tlogowungu, dan Pati.

Selain itu, warga setempat juga memanfaatkannya untuk budi daya air tawar yang dapat menambah perekonomian warga sekitar.

Meski awalnya dibangun murni untuk pengairan, waduk ini berkembang menjadi tempat wisata yang patut untuk dikunjungi saat berada di Bumi Mina Tani.

Lantaran lokasinya yang berada di kaki Gunung Muria, membuat waduk ini punya panorama alam yang indah. (HS-08).

Pemkab dan BPS Boyolali Ajak Warga Sukseskan Pendataan Regsosek

Jokowi Berkunjung ke Kawasan Malioboro, Warga Berebut Ajak Foto