HALO SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, akan terus melakukan inovasi mengembangkan obat-obat herbal agar semakin baik kualitasnya dan mampu mendunia di pasar ekspor maupun di dalam negeri. Hal ini dikarenakan Indonesia kaya akan tanaman obat, sehingga untuk pengembangannya dibutuhkan riset.
Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, sebagai salah satu perusahaan jamu terbesar di Indonesia, akan membangun gedung riset center dan museum jamu dengan luas sekitar 5 hektare di kawasan pabrik di Desa Bergas, Kabupaten Semarang. Saat ini proses pembuatan desain sudah 80 persen.
“Riset Center Sido Muncul ini akan meriset obat-obat herbal agar semakin lama semakin baik dan muncul ide-ide baru untuk mengembangkan tanaman obat, sehingga obat herbal Indonesia memiliki kualitas yang baik. Apalagi Indonesia kaya akan tanaman obat dan memiliki 30.000 jenis tanaman yang berkhasiat,” jelas Irwan Hidayat saat melakukan syukuran rencana pembangunan riset center dan museum jamu, sekaligut HUT Sido Muncul ke-70 11 November, di pabrik Sido Muncul Desa Bergas Kabupaten Semarang, Sabtu kemarin (18/12/2021).
Dijelaskan Irwan, ketika VOC masih berkuasa di Indonesia, mereka mencari dan mengambil hasil rempah-rempah Indonesia untuk dibawa ke negaranya karena hasil rempah Indonesia memiliki kualitas yang bagus. Untuk itu Sido Muncul akan membangun riset center untuk mengembangkan tanaman obat Indonesia, sehingga memiliki kualitas yang lebih baik lagi dan mampu menghasilkan bibit-bibit baru yang unggul.
“Sido Muncul akan berkolaborasi dengan dunia pendidikan yang memiliki tujuan dan visi yng sama dengan Sido Muncul dalam mengembangkan tanaman obat”, tambah Irwan.
Menurut Irwan, banyak tanaman obat yang belum tersentuh riset. Untuk itu Sido Muncul berupaya keras membudidayakan tanaman obat yang akan diolah menjadi bahan baku yang berkualitas, dan akan diekspor dalam bentuk ekstrak atau produk yang bermanfaat dan memiliki nilai bisnis yang tinggi. Namun sayang untuk melakukan ekspor masih terkendala oleh regulasi.
“Hasil riset Sido Muncul ini nantinya tidak hanya untuk Sido Muncul saja, tetapi juga industri lainnya yang ingin maju bersama menuju Indonesia sehat,”ungkap Irwan.
Tujuan pembangunan riset centet ini untuk melestarikan budaya dan tradisi jamu serta menjadi pusat informasi dan pembelajaran ilmiah/edukasi. Selain itu dari hasil riset dapat diemukan obat-obat alam (rempah) yang bisa bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin mengembangkan dan membudi dayakan tanaman obat sehingga dapat menghasilkan bibit rempah yang unggul, yang memiliki kandungan zat aktif tinggi,”tambahnya.
Sementara itu, tujuan pembangunan museum jamu, agar generasi muda dapat mengerti tentang sejarah dan tradisi jamu sehingga dapat melestarikan budaya jamu. Museum akan dikemas secara modern dengan dukungan teknologi kekinian, dan dilengkapi kebun tanaman obat serta kebun binatang kecil,” jelas Irwan Hidayat.
Museum jamu ini tidak sekadar mengisahkan perjalanan Sido Muncul hingga besar seperti sekarang ini, tetapi kisah perjalanan jamu di Indonesia yang banyak tidak diketahui oleh generasi milineal sekarang ini.
Diungkapkan Irwan, jamu pertama kali diperkenalkan oleh Ny Item tahun 1825, sebelum sekolah Stovia (kedokteran) didirikan. Museum ini didirikan agar sejarah tentang jamu tidak hilang dan tetap diketahui generasi baru.
“Kami berharap ke depan museum jamu ini dapat dikunjungi di Indonesia 40.000 orang pertahun, karena sebelum pandemi tingkat kunjungan masyarakat ke Sido Muncul mencapai 8.000 orang pertahun,” jelas Irwan
Gubernur Jawa Tengah yang diwakili M Arief Sambodo, mengatakan, bangga dengan rencana pembangunan Riset Center dan Museum Jamu Sido Muncul. Hadirnya riset center ini diharapkan mampu menghasilkan ide-ide penelitian baru terhadap tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan, dan mampu menghasilkan bibit-bibit unggul rempah baru yang berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi.
Ditambahkan Arief, kehadiran Museum Jamu juga akan menambah destinasi wisata jamu di Jateng. Masyarakat dapat mengunjungi museum jamu, dan mendapat tambahan ilmu tentang berbagai jenis bahan jamu yang bermanfaat bagi kesehatan dan pendidikan.
“Kami berharap Riset Center dan Museum Jamu yang akan dibangun Sido Muncul menjadi sumber inspirasi masyarakat dan menjadi destinasi wisata kesehatan sehingga jamu Indonesia mendunia. Untuk itu masyarakat juga diharapkan ikut merawat dan mengawal jamu, karena industri jamu merupakan masa depan bagi Indonesia,” tambahnya. (HS-06)