in

Semangat Cinta Tanah Air, Berani dan Rela Berkorban Para Pahlawan Patut Dicontoh

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, M Afif mengajak masyarakat untuk mengambil pelajaran dari semangat dan sikap para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dari semangat pahlawan tersebut, menurutnya ada tiga hal yang patut dijadikan contoh oleh para generasi bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Tiga hal tersebut yaitu semangat cinta tanah air atau nasionalisme, sikap berani, dan rela berkorban tanpa pamrih. “Tiga hal ini yang bisa kita petik dan ambil pelajaran dari semangat para pejuang terdahulu untuk merebut kemerdekaan,” terang Afif, saat menjadi salah satu nara sumber Dialog DPRD bertajuk Meneladani Semangat Pahlawan Refleksi Pertempuran 5 Hari di Semarang, yang disiarkan langsung di salah satu stasiun televisi lokal swasta Semarang, Kamis (13/10/2022).

Maka dari itu penanaman nilai-nilai wawasan kebangsaan sangat perlu untuk terus digalakan ke masyarakat. “Baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah kota, tokoh-tokoh masyarakat dan agama,” paparnya.

Selain itu, tokoh -tokoh masyarakat diharapkan bisa mengingatkan kepada anak muda khususnya, untuk meningkatkan kualitas diri, ahklak, dan budi pekerti untuk saling menghargai satu sama lain. “Ini supaya Semarang jadi kota yang aman, tentram, dan membahagiakan. Dan generasi muda memiliki semangat membangun kotanya ada,” jelasnya.

Sementara Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Sapto Sugihartono menjelaskan, untuk menanamkan semangat nasionalisme, pihaknya terus melakukan sosialisasi baik ke lembaga pendidikan atau sekolah baik formal dan informal.

“Baru-baru ini kita juga mengadakan ziarah ke para tokoh pejuang seperti KRMT Wongsonegoro, bertujuan untuk meneladani semangat para pendahulu. Apalagi pada Jumat (14/10/2022) besok merupakan puncak peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang,” paparnya.

Dikatakan Sapto, jika peringatan peristiwa bersejarah tersebut adalah sebuah peristiwa heroisme warga Semarang untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamirkan pada 17 agustus 1945.

“Mempertahankan ini tidak mudah, kalau tidak ada pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan, tidak akan sampai seperti sekarang ini. Dulu kita dengan perang untuk meraih kemerdekaan, sekarang tinggal meneruskan oleh generasi berikutnya,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, ketua Legiun Veteran Kota Semarang, Bambang Priyoko mengatakan, pertempuran lima hari di Semarang merupakan momen heroik pejuang untuk memperebutkan senjata dari tentara Jepang. Bagaimana pemuda Semarang berjuang mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

“Mereka gagah berani merebut senjata dari Jepang supaya menyerah, namun nyawa taruhannya. Dan nilai-nilai yang bisa kita contoh tentunya rasa kesetiakawanan, daya juang kepahlawanan tanpa pamrih dan semangat jiwa nasionalisme kuat untuk bangsa,” katanya.(HS)

Kemenag Ungkap Peran Guru PAI Dalam Mengajarkan Moderasi Beragama Sejak Dini

Upacara Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Akses Jalan ke Tugu Muda Tutup Sementara