HALO SPORT – Johann Zarco, pembalap tim Prima Pramac Racing Ducati, menjadi perbincangan karena ikut membantu Francesco Bagnaia pada MotoGP Thailand, 2 Oktober lalu.
Zarco terlihat enggan menekan Bagnaia yang akhirnya finis di urutan ketiga.
Pembalap asal Prancis itu legawa menerima peran wingman untuk mengamankan posisi Bagnaia, rider tim pabrikan Ducati.
Saat ini Bagnaia hanya tertinggal dua poin dari sang pemuncak klasemen sementara, Fabio Quartararo (tim Monster Energy Yamaha).
‘’Situasinya akan menjadi berisiko begitu saya keluar dari jalur. Saya lebih baik menghindari kesalahan,’’ tutur Zarco seperti dilansir dari Motorsport.
Dia mengaku tidak ingin membuat masalah di dalam Ducati. Kontrak Johann ditangani secara langsung pabrikan asal Borgo Panigale, Italia, itu, bukan oleh Pramac Racing.
Ducati berjasa terhadap karier Zarco karena memberinya tempat ketika dia hampir tersingkir dari MotoGP lantaran gagal bersama KTM.
‘’Ini tentang bertindak secara cerdas. Dalam kejuaraan ini saya telah kehilangan terlalu banyak poin dalam beberapa balapan sebelumnya,’’ jelas pria 32 tahun itu.
Zarco menegaskan bakal mengutamakan kepentingan tim.
‘’Kami adalah grup besar di Ducati. Saya senang jika saya bisa sedikit membantu dari waktu ke waktu,’’ ujarnya.
MotoGP musim ini masih menyisakan tiga balapan di Australia, Malaysia, dan Valencia. Pembalap Ducati terakhir yang bisa juara dunia MotoGP adalah Casey Stoner pada 2007.(HS)