HALO PURBALINGGA – Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi mendorong agar penerbangan komersial di Bandara Jenderal Besar Soedirman, dapat kembali berlangsung, bahkan tiga kali dalam sepekan.
Hal tersebut dia sampaikan saat menghadiri rapat koordinasi dengan stakeholder beserta para pimpinan daerah kabupaten / kota di wilayah Jawa Tengah bagian barat-selatan, baru-baru ini, di Bandara Jenderal Besar Soedirman.
Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan bahwa keadaan bandara yang terjadi saat ini disebabkan juga oleh dampak adanya pandemi.
“Kondisi saat ini, bukan karena ketidaksiapan atau tidak adanya komitmen dari masyarakat dan para bupati. Bisa dibayangkan, di masa pandemi Covid-19, sektor penerbangan turun hingga 70%. Hal tersebut dialami oleh seluruh dunia, bukan hanya Indonesia saja. Itu semua tidak bergerak, baik karena syarat-syarat maupun secara finansial tidak memungkinkan,” kata Menhub, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.
Agar penerbangan di Bandara JB Soedirman kembali berlangsung, Menhub mendorong Pemkab Purbalingga dan sekitarnya, bisa turut serta untuk saling mendukung.
Menhub menegaskan keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman harus bisa memberikan manfaat dalam bidang transportasi bagi masyarakat.
Atas dorongan dari Menhub, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi beserta para bupati di wilayah Jawa Tengah bagian barat-selatan, menyatakan kesiapannya untuk berupaya dalam pengoperasian rute penerbangan dari dan ke Bandara JB Soedirman Purbalingga.
“Kami seluruh bupati yang ada di Jawa Tengah bagian barat-selatan, yakni Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Pemalang, serta Cilacap bersepakat untuk mendukung keberadaan bandara Jenderal Besar Soedirman. Kami mendukung agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, insya allah di pertengahan bulan Oktober Bandara Jenderal Besar Soedirman bisa kembali dioperasionalkan,” ucap Bupati Tiwi.
Kami beserta seluruh pihak, lanjut bupati, akan mengawal eksistensi bandara Jenderal Besar soedirman dengan melakukan jaminan blocking seat.
“Semoga nantinya bisa tercipta market yang bagus. Insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kunjungan yang ada di Bandara Jenderal Besar Soedirman tentunya akan semakin meningkat,” kata dia.
Mengenai teknis pembagian tugas block seat antarpemda, termasuk kemampuan kuota, akan dirapatkan di kemudian hari.
Namun dia memastikan, sekitar pertengahan Oktober 2022 ini, Bandara JB Soedirman sudah kembali operasional rute Purbalingga – Jakarta, dengan dukungan skema blocking seat.
“Belajar dari kabupaten lain, mudah-mudahan dalam waktu 3 – 4 bulan market terbentuk setelah blocking seat. Memang untuk membentuk market kita perlu ada stimulan, kalau sudah sering terbang dan dirasa aman maka masyarakat akan tertarik,” katanya. (HS-08)