in

Pj Bupati Pati Sebut Keberhasilan KB Dapat Wujudkan Keluarga Berkualitas

Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, Kamis (29/9/2022) menghadiri pelayanan KB, di aula RSI Pati. (Foto : patikab.go.id)

 

HALO PATI – Keberhasilan pelaksanaan program keluarga berencana (KB), terbukti berpengaruh besar dalam membentuk keluarga yang berkualitas, bahagia, serta sehat secara fisik dan mental.

Sebaliknya, kegagalan program KB justru berdampak pada berbagai sektor kehidupan, termasuk ekonomi.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, Kamis (29/9/2022) saat menghadiri pelayanan KB, di aula RSI Pati.

Kegiatan ini digelar dalam rangka TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu, yang merupakan rangkaian HUT TNI ke-77 tahun 2022.

Turut hadir Pabandya Bakti TNI Kodam IV/Diponegoro, Dandim 0718 Pati, Kepala Dinsos P3AKB, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Margoyoso, Kapolsek Margoyoso dan Direktur RSI Pati.

Menurut Henggar Budi Anggoro, secara makro, kesuksesan pengendalian pertumbuhan penduduk, dapat bermuara pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sekaligus menurunkan angka kemiskinan.

“Sementara di lain sisi, kegagalan program KB di beberapa daerah, kerap berdampak pada kegagalan sektor kehidupan lainnya, seperti ekonomi, pendidikan hingga kesehatan,” kata dia, seperti dirilis patikab.go.id.

Maka dari itu, besarnya manfaat dari program KB ini, menurut Henggar perlu didukung semua pihak. Seluruh komponen masyarakat, juga perlu diajak untuk berpartisipasi, mengintervensi, dan turut ambil bagian dalam menyukseskan program KB.

“Sehingga apa yang kita upayakan bersama pada hari ini dapat turut mendukung terwujudnya Visi Indonesia Emas Tahun 2045 dalam menciptakan generasi penerus yang produktif dan berkualitas,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Henggar juga menyampaikan apresiasi kepada Dandim 0718/Pati dan Direktur RSI Pati beserta seluruh jajarannya, yang telah menyelenggarakan pelayanan KB dalam rangka HUT Ke-77 TNI ini.

“Seperti kita ketahui bersama, permasalahan kependudukan merupakan sebuah problematika yang kompleks, sehingga dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi dari seluruh pihak,” ujarnya.

Sementara itu Dandim Pati/0718 Catur Irawan, berharap dengan terselenggaranya pelayanan KB MOW, IUD dan implan serta KB lainnya, dapat menentukan kualitas keluarga.

Penggunaan KB, lanjut Dandim dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu, terutama dalam mencegah kehamilan yang tidak diinginkan memberi jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi.

“Perlu diketahui pelaksanaan pelayanan KB TNI manunggal bangga kencana kesehatan terpadu Kabupaten Pati tahun 2022 sudah dimulai tanggal 1 Agustus 2022 dan puncaknya pada tanggal 30 September besok hasil yang dicapai sampai dengan tanggal 29 September 2022 sejumlah 7.004 akseptor,” kata Dandim. (HS-08)

Dinkes Demak Sebut Kasus Stunting Menurun

Lakukan Pembinaan, Pj Bupati Pati Minta Masyarakat Ikut Jaga Kondusifitas