in

Dinkes Demak Sebut Kasus Stunting Menurun

 

HALO DEMAK – Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, menyebutkan kasus stunting di wilayahnya sudah mengalami penurunan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Kurniawan Arifendi, mengatakan pada 2020 angka stunting masih berada pada angka 5.902 balita (6,05%).

Adapun setahun kemudian, yakni pada 2021, angka stunting turun menjadi 4.215 balita (4,34%).

“Kasus stunting sudah menurun dilihat dari angka traffic tahun 2020 hingga 2021, dan berdasarkan penimbangan serentak bulan Februari 2022 sebesar 3.507 balita (3,60%),” kata Kurniawan Arifendi, seperti dirilis demakkab.go.id.

Dia menyebutkan, berdasarkan persentase, angka kasus stunting tertinggi adalah pada 2020.

“Berdasarkan persentase kasus stunting di Kabupaten Demak, tertinggi yakni tahun 2020, di Kecamatan Guntur sebesar 12,60 persen, tahun 2021 Kecamatan Guntur 9,38 persen, dan di tahun 2022 per Februari di Kecamatan Guntur 7,23 persen,” terang Kurniawan.

Pada tahun 2020, di Kecamatan Bonang terdapat sebanyak 1.132 balita yang stunting, kemudian pada tahun 2021 menurun menjadi 702 balita, dan pada Februari 2022 sebanyak 565 balita.

Menurut dia, strategi khusus pencegahan stunting yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, yakni gerakan minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama untuk remaja putri setiap Rabu (sesuai dengan SE Bupati No. 440 / 32 Tahun 2022).

Kemudian screening anemia bagi remaja putri yang dilakukan saat penjaringan anak sekolah, dan hal ini sudah dilakukan awal tahun ajaran baru lalu.

Selain itu, melalui penyuluh KUA, pemerintah juga menyiapkan para calon pengantin, agar mengetahui bahaya dan cara pencegahan stunting.

Pendampingan pada ibu hamil berisiko tinggi juga dilakukan, demikian pula dengan balita yang mengalami gangguan gizi (stunting) akan ditangani di rumah gizi.

Selain itu bagi tenaga dan 1000 kader kesehatan, diberikan literasi Continuing Medical Education (CME).

Terdapat pula pelatihan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) bagi tenaga kesehatan, serta orientasi PMBA bagi kader kesehatan

Juga dilakukan pembentukan Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) di wilayah Desa; rembug stunting dimulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa; promosi dan edukasi kepada masyarakat melalui media elektronik dan media cetak; peningkatan kesehatan lingkungan dengan penerapan 5 STBM, PHBS dan peningkatan akses masyarakat untuk BAB tidak sembarang tempat. (HS-08).

Sajikan Es Krim Buatan Anak Negeri, Yili Indonesia Dukung Kesuksesan Sherpa Meeting III G20

Pj Bupati Pati Sebut Keberhasilan KB Dapat Wujudkan Keluarga Berkualitas