in

Bertemu Masyarakat di Guntur, Bupati Demak Ajak Bersama Tangani Stunting

 

HALO DEMAK – Bupati Demak, Eisti’anah mengajak petugas kesehatan, ulama, hingga karang taruna di Kecamatan Guntur, ikut bersama-sama mengedukasi masyarakat, mengenai upaya mengurangi angka stunting di wilayah ini.

Ajakan itu disampaikan Bupati Demak, Eisti’anah, saat membuka Forum Komunikasi Ulama Umaro, Rabu (28/9/22) di aula Kecamatan Guntur.

Dalam acara bertema ”Peran Ulama dan Umaro dalam Penanggulangan dan Penurunan Stunting di Kecamatan Guntur” ini, turut hadir Wakil Bupati Demak, Ali Makhsun, juga memberikan mauidhoh hasanah.

Menurut Eisti’anah, stunting masih menjadi problem aktual yang membutuhkan perhatian serius.

Namun demikian pengendalian dan pengentasan stunting, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan harus benar-benar melibatkan semua pihak.

Mereka termasuk para petugas kesehatan, ulama, para kades yang daerahnya terdapat kasus stunting, penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB), Himpaudi, Guru PAUD, RA/TK serta Karang Taruna.

Hal ini agar target penurunan stunting 14 % pada tahun 2024, benar-benar dapat terealisasi.

Dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Kecamatan Guntur tersebut, Bupati menekankan beberapa poin penting dalam penanganan stunting.

Menurut dia, harus ada kesamaan persepsi bahwa stunting merupakan masalah bersama. Untuk itu juga diperlukan upaya bersama untuk mengatasi masalah tumbuh kembang tersebut.

Diperlukan pula komitmen bersama Pemerintah dan stakholder, dalam mewujudkan intervensi dalam memahami peran, tugas, dan kewajiban.

Selain itu perlu penguatan dan revitalisasi posyandu untuk deteksi dini persoalan stunting.

”Berikan asupan gizi yang bagus, sehingga dapat dipastikan anak akan terhindar dari stunting,” kata dia, seperti dirilis demakkab.go.id.

Sementara itu, Camat Guntur, Ali Mahbub, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan FKUU Kecamatan Guntur ini, mengambil tema ”Peran Ulama dan Umaro’ dalam Penanggulangan dan Penurunan Stunting di Kecamatan Guntur”.

Tema ini sengaja diambil sebagai upaya mendukung pemerintah dalam mengkampanyekan bahaya stunting kepada masyarakat.

Di mana peserta FKUU merupakan para tokoh pendamping masyarakat, yang berasal dari Puskesmas Guntur I dan II, Ketua MUI Kecamatan Guntur, Kepala Desa Locus Stunting, PLKB, Himpaudi, Guru PAUD, RA/TK serta Karang Taruna Kecamatan Guntur.

”Harapannya para tokoh-tokoh tersebut dapat mengedukasi masyarakat dalam memerangi stunting di Kecamatan Guntur,” kata dia. (HS-08).

Nostalgiveus, Konser Musik Bertajuk Back To 2000’s

Pemkab Jepara Dukung Kemandirian dan Kesejahteraan Lansia