in

Persiapan Hadapi Popda, Pelajar SD hingga SMA di Kota Pekalongan Diajari Bermain Woodball

Sosialisasi Woodball Tingkat SD, SMP, SMA, SMK Sederajat Kota Pekalongan Tahun 2022 di Taman Wilis Kota Pekalongan, Selasa (27/9/2022). (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) Pemkot Pekalongan, bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekalongan, menggelar Sosialisasi Woodball Tingkat SD, SMP, SMA, SMK Sederajat Kota Pekalongan Tahun 2022 di Taman Wilis Kota Pekalongan, Selasa (27/9/2022).

“Woodball ini cabang olahraga baru, yang nantinya akan ditetapkan sebagai salah satu cabor dalam Popda. Kalau dulu hanya digelar secara eksebisi. Pada prinsipnya kegiatan ini dalam rangka pengembangan persiapan Popda,” kata Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinparbudpora, Bambang Andi Waluyo, seperti dirilis pekalongankota.go.id.

Menurut Andi, woodball ini merupakan salah satu cabang olahraga yang akan diupayakan dapat berkembang di Kota Pekalongan.

Perkembangan beragam cabang olahraga tersebut, memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Hal itu karena dengan semakin banyak cabang olahraga yang berkembang, maka semakin banyak pula orang yang tergerak untuk sehat.

“Kami coba dengan KONI dan unsur pembina yang lain untuk melakukan pembinaan dengan lebih baik salah satunya dalam rangka persiapan Popda,” kata Andi.

Untuk diketahui, olahraga woodball memang belum terlalu populer di masyarakat.

Olahraga ini mirip golf, namun beda peralatan dan cara bermain.

Setiap pemain menggunakan tongkat pemukul untuk menggiring memasukkan bola ke dalam gawang mini, yang di tengahnya terdapat penghalang.

Sesuai dengan namanya, benda yang dipukul dalam olahraga ini adalah sebuah dari kayu.

Adapun pemain, memukul dan menggiring bola dengan tongkat khusus, yang juga dari kayu. Hingga bola tersebut masuk ke dalam gawang.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Pekalongan, Eddy Wan mangatakan bahwa woodball ini merupakan cabang olahraga yang belum banyak dikenal.

Karena itu sosialisasi woodball untuk tingkat SD, SMP, SMA, SMK sederajat ini diharapkan dapat menarik minat para pelajar.

“Kegiatan sosialisasi ini bagus sekali dan sangat diharapkan menumbuhkan minat para pelajar, karena minat woodball sekarang tidak ketinggalan jika start sekarang,” ujar Eddy.

Disampaikan Eddy, dengan sejak dini pelatihan olahraga woodball baik SD atau SMP akan lebih cepat mencuri start sehingga bisa berlatih secara optimal. Apalagi akan ada Porprov tahun 2023 ini dan ada lagi kalau tidak tahun 2026 atau 2027 harapannya dapat muncul bibit yang baru,” kata Eddy. (HS-08)

Sabut Hari Rabies Sedunia, Diperpa Kota Pekalongan Siapkan 200 Dosis Vaksin Gratis

Kerja Sama dengan LPKS, Dinperinaker Kota Pekalongan Beri Pelatihan Kerja 100 Peserta