HALO SEMARANG – Kegiatan Ekspedisi Maritim yang dilaksanakan TNI Angkatan Laut (AL) untuk mengeksplore sejumlah tempat bersejarah selama beberapa hari di Kota Semarang, diharapkan bisa sekaligus menggali rute-rute beserta sejarahnya terkait dengan jalur rempah, jalur sutera, dan gula yang pernah ada.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, usai menerima Tim Ekspedisi Maritim TNI AL mewakili Walikota Semarang di Balai Kota Semarang.
Dikatakan Mbak Ita, sapaan akrabnya, bahwa Ekspedisi Maritim TNI AL yang akan mengelilingi 12 titik daerah, salah-satunya datang ke Kota Semarang ini, bisa mengambil sejarah tentang jalur sutera dan rempah.
“Nantinya, harapannya sejarah atau cerita masa lalu yang pernah ada diambil sejarahnya untuk disatukan,” terang Mbak Ita.
Apalagi, seperti yang disampaikan oleh Danlanal Semarang, bahwa sekitar tiga bulan lagi Kota Semarang akan kedatangan kapal KRI Bimasuci yang menggantikan Dewaruci. Hal ini, juga bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kota Semarang.
“Nantinya, kedatangan Kapal KRI Bimasuci ini bisa dikerja samakan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menelusuri jalur rempah yang pernah ada di Kota Semarang. Digali dan ditelusuri kembali mana-mana rute yang menjadi jalur rempah ini, karena sembari diajukan ke Unesco sebagai warisan dunia,” paparnya.
Sehingga jika story telling sejarah ini diperoleh, maka akan mengangkat pariwisata di Kota Semarang. Banyak wisatawan yang ingin mengetahui jalur mana saja yang pernah dilalui jalur sutera dan rempah. Karena di Semarang pernah untuk jalur sutera, dengan adanya situs bekas peninggalan Laksamana Cheng Hoo di Kelenteng Samphokong.
“Selain tim ekspedisi juga akan mengeksplore sejarah Kotalama dan Kampung Melayu,” ujarnya.
Danlanal Semarang, Kolonel Marinir Hariyono Masturi mengatakan, bahwa tujuan tim Ekpedisi Maritim TNI AL bersama Tempo, ingin mengungkap kembali kesadaran kolektivitas sebagai bangsa maritim, yang pernah jaya saat zaman kerajaan.
Sehingga tidak ada penyesatan tentang sejarah. Sebenarnya ekspedisi maritim, kata dia, sudah pernah dilakukan pada zaman kerajaan, seperti Tarumanegara, Mataram kuno, dan Singosari yang dikenal dengan Ekpedisi Pamalayu.
Kemudian di wilayah Kabupaten Jepara dulunya juga pernah melakukan ekpedisi dengan mengerahkan hingga 300 kapal oleh Raja Kalinyamat.
“Sedangkan tim ekspedisi maritim di Semarang adalah satu kota dari 13 kota yang akan disambangi, dan fokus di Semarang yaitu pada sosok KSAL pertama Mas Pardi yang diangkat lebih dalam. Termasuk situs atau makam sosok dari pendiri TNI AL pertama tersebut bisa divisualkan, termasuk dari sektor pariwisatanya juga misalnya Kelenteng Sampokong,” katanya.
Setelah dari Semarang, menurutnya tim tersebut akan bergerak ke Salatiga. Mereka akan menggali sejarah tentang sosok Laksamana Madya TNI Yos Soedarso, salah satu pahlawan Nasional. Dia gugur di laut Aru, setelah ditembak dalam pertempuran dengan kapal Belanda. (HS-06)