in

Dampak Kenaikan Harga BBM, Disdag Perketat Pemantauan Harga Bahan Pangan di Sejumlah Pasar Tradisional

Pedagang sembako di pasar tradisional di Kota Semarang.

HALO SEMARANG – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang terus mengintensifkan pemantauan perkembangan harga kebutuhan bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 3 September lalu. Sedikitnya ada enam titik pantau pasar yang dilakukan Disdag Kota Semarang terkait harga bahan pokok masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, pihaknya rutin untuk memantau di 6 titik pantau, yaitu di pasar tradisional di Kota Semarang. Diakuinya, beberapa harga komoditas atau jenis bahan pangan sempat naik dampak kenaikan harga BBM, yakni seperti harga telur ayam yang tembus Rp 31 ribu perkilogram. Namun mulai sepekan ini harga telur mulai turun menjadi Rp 28 ribu perkilogram.

Lalu harga cabai jenis tampar juga sebelumnya sempat Rp 75 ribu perkilogram, sekarang turun menjadi Rp 70 ribu perkilogram. “Kalau naik paling tinggi Rp 80 perkilogram. Tidak seperti pada beberapa waktu lalu tembus diangka Rp 100 ribu/kg,” terangnya, Rabu (14/9/2022).

Dikatakan dia, setelah kenaikan harga BBM, harga bahan pangan sempat naik. “Namun, kenaikan harganya dari pantauan kami belum ada kenaikan yang signifikan. Tapi gejolak harga ini apakah akan sama kami juga belum tahu, pekan-pekan berikutnya harganya seperti apa? Dan harapan kami nantinya ada kegiatan bantuan termasuk melakukan operasi pasar,” ujarnya.

Dari pemantauan harga bahan pangan di Pasar Kanjengan Semarang, salah satu pedagang sembako, Wati (52) mengatakan, harga telur sudah turun dari Rp 31 ribu perkilogram menjadi Rp 28 ribu perkilogram. Turunnya harga telur sejak satu pekan lalu.

Selain itu, untuk harga bawang putih juga turun. “Harga bawang putih jadi Rp 23-24 ribu perkilogram, dari sebelumnya Rp 25-26 ribu per kilogramnya. Harga bawang putih ini sudah turun sejak beberapa waktu lalu. Sebelumnya harganya juga sempat naik, sampai Rp 29 ribu perkilogram,” pungkasnya. (HS-06)

Gus Yusuf: Eko Kuntadhi Harus Minta Maaf, Tak Cukup Hapus Cuitan Twitter

Undip Inn Manjakan Tamu untuk Nikmati Surganya Kuliner dengan View Gunung Ungaran