in

Rentan Terpapar dan Terlibat Terorisme, Pekerja Migran Indonesia di San Fransisco Diminta Waspada

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol Boy Rafli Amar MH dalam Consular Talk #4 bersama Konjen RI untuk San Francisco, Prasetyo Hadi, dan diaspora WNI di San Farncisco beberapa waktu lalu. (Foto : bnpt.go.id).

 

HALO SEMARANG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Komjen Pol Boy Rafli Amar MH, menjelaskan Pekerja Migran Indonesia, lebih rentan terpapar dan terlibat dalam pendanaan terorisme.

Hal ini didorong oleh beberapa faktor, di antaranya minimnya kemampuan literasi digital dan pengetahuan terkait bahaya radikal terorisme, serta kemunculan platfrom komunikasi baru dan metode pembayaran baru, seperti metaverse dan cryptocurrency.

“Karena sifatnya yang transnasional, perkembangan ancaman radikal terorisme dan pendanaan terorisme sangat dipengaruhi dinamika perkembangan lingkungan strategis baik secara global, maupun nasional, yang membawa implikasi secara langsung maupun tidak langsung,” kata Kepala BNPT, dalam Consular Talk #4 bersama Konjen RI untuk San Francisco, Prasetyo Hadi, dan diaspora WNI di San Farncisco beberapa waktu lalu, seperti dirilis bnpt.go.id.

Keterlibatan pekerja migran Indonesia dalam terorisme, sudah terjadi di Singapura dan Hong Kong.

Selain terlibat dalam pendanaan, di antara mereka juga ada yang terlibat dalam perencanaan bom bunuh diri.

Selain itu sampai 2022, masih terdapat orang-orang asal Indonesia, yang menjadi teroris di zona konflik Irak dan Suriah.

Mereka merupakan korban propaganda ideologi terorisme yang anti NKRI, pro ideologi transnasional, kerap menggunakan narasi agama sebagai landasan untuk bersikap intoleran, eksklusif, bahkan melakukan aksi kekerasan.

Dengan jumlah data tentang keterlibatan pekerja migran indonesia dalam terorisme di luar negeri, Boy Rafli mengimbau agar 13.886 WNI di wilayah kerja KJRI San Francisco lebih waspada.

“Selaku diaspora WNI di Amerika Serikat, kami harap dapat menghindari segala bentuk ancaman radikal terorisme dan pendanaan terorisme,” lanjutnya.

Kunjungan Kepala BNPT RI ke KJRI San Francisco, menjadi salah satu agenda kerja di Amerika Serikat.

Sebelumnya, Boy Rafli memimpin delegasi Indonesia dalam The First United Nations Global Congress of Victims of Terrorism di New York pada tanggal 8-9 September 2022. (HS-08)

Produktivitas Bawang Merah Turun, Ganjar Dorong Pemulihan Lahan Pertanian

Jelang Pilkades Serentak, Warga Penjalin di Kendal Tolak Calon Kades dari Luar Desa