HALO KENDAL – Para pesilat Perguruan Harimau Putih dari Kendal berhasil meraih 52 medali di ajang “Pencak Silat Open Tugu Muda Championship”. Ajang tingkat nasional tersebut berlangsung di GOR Prof Sudarto SH Universitas Semarang (USM), 9-11 September 2022.
“Dari jumlah total 52 medali yang diraih para pesilat dari Harimau Putih, yakni 12 medali emas, 14 medali perak dan 26 medali perunggu,” kata Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kendal, Muhammad Tommy Fadlurohman, Senin (12/9/2022).
Dikatakan oleh Gus Tommy, sapaan akrabnya, ajang diikuti ribuan pesilat dari berbagai daerah, yang dikelompokkan pada usia dini (SD), pra-remaja (SMP), remaja (SMA), dan dewasa (mahasiswa dan umum). Para pesilat bertanding di nomor laga (pertarungan bebas) dan seni.
Kejuaraan silat ini digelar di empat gelanggang, dengan menggunakan sistem penilaian digital. Sehingga para pesilat, ofisial, hingga penonton dapat melihat perolehan nilai pesilat saat berlaga.
“Kejuaraan pencak silat open tournament Tugu Muda Championship ini, merupakan event tahunan yang diikuti para pelajar dari berbagai perguruan pencak silat, dan kejuaraan ini bersifat pemasalan dan prestasi, seperti yang pernah digelar di Yogyakarta Championship, Bandung Lautan Api Championship, Malang Championship dan Bali International Championship,” beber Gus Tommy.
Dirinya berharap, dengan perolehan 52 medali ini, bisa memotivasi para pesilat Kendal untuk terus berlatih dan berprestasi, demi nama baik Kabupaten Kendal.
“Semoga dengan perolehan medali ini, pencak silat di Kabupaten Kendal semakin maju dan berkembang. Sehingga para pesilat bisa berprestasi, dan membawa nama baik Kabupaten Kendal tercinta ini,” harap Gus Tommy.
Sementara itu, Ketua Umum Perguruan Harimau Putih, Nur Kafidin mengatakan, para pesilat harus memiliki banyak jam terbang. Karena dengan semakin tingginya jam terbang dan banyaknya mengikuti kejuaraan, tentunya akan meningkatkan kualitas dan mutu bagi para atlet.
Dijelaskan, Harimau Putih sebagai perguruan silat asli Kendal, yang di dalamnya memfokuskan untuk prestasi.
“Itu artinya menjadi ladang untuk melahirkan atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah dan sekolah. Oleh karenanya kita patut bangga dan harus mendukung Harimau Putih sebagai tempat mencetak para pesilat berprestasi,” ungkap Nur Kafidin.
Sementara itu, Iskarim Rahmat, selaku kordinator pelatih dan oficial berharap, ke depan lebih banyak atlet yang bisa berprestasi.
“Tentu kita dalam peningkatanya, membuat program yang kita sebut bank atlet. Yakni mulai dari penjaringan, pembibitan hingga pembinaan para pesilat, kita tempatkan di bank atlet tersebut,” ujarnya. (HS-06)