in

Jadi Narasumber Silatnas Himpunan Pengusaha Nahdliyin, Wakil Bupati Tegal : Sudah Saatnya UMKM Go Digital

Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, ketika menjadi narasumber dalam acara Temu Bisnis dan Expo, sekaligus Silaturahmi Nasional HPN, di El Royale Hotel Banyuwangi Jawa Timur, baru-baru ini. (Foto : tegalkab.go.id)

 

HALO TEGAL – Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie yang juga Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN), mengharapkan agar para pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), mampu bersaing dan menangkap peluang di era industrialisasi digital saat ini.

Hal tersebut dikemukakan Ardie, saat menjadi narasumber dalam acara Temu Bisnis dan Expo, sekaligus Silaturahmi Nasional HPN, di El Royale Hotel Banyuwangi Jawa Timur, baru-baru ini.

Acara yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan itu, juga hadiri Dirut PLN Persero Dharmawan Prasojo, Dewan Pimpinan Wilayah HPN se- Indonesia serta dihadiri para Kyai dan alim ulama Nahdhiyin Jawa Timur.

Menurut Sabilillah Ardie, persaingan industri digital tidak hanya dari pengusaha dan produk lokal, regional dan nasional tetapi juga dari produk global dari negara negara lain.

Ardie mencontohkan, untuk membuat souvenir gantungan kunci di Objek Wisata Guci, UMKM lokal Kabupaten Tegal menawarkan harga  lebih kurang Rp 2.500 per unit.

Sementara dari luar negeri, bisa dengan harga Rp 1.000 per unit dan siap dengan stok ribuan unit.

“Upgrade usaha dan produk, adalah upaya yang harus dilakukan oleh para pelaku UMKM agar dapat eksis dan memenangkan usahanya,” kata Ardie, seperti dirilis tegalkab.go.id.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu melalui penetapan standar bahan, standar pelayanan, dan standar  produk.

Kemudian kualitas produk juga harus bersertifikat, baik itu sertifikat BPOM, sertifikat halal dari MUI serta sertifikat SNI.

“Tidak kalah pentingnya, produk dan kemasan UMKM juga harus memiliki kekhasan tersendiri, unik dan menarik,” tegas Ardie.

UMKM saat ini harus go digital karena era digital saat ini memberikan banyak kemudahan. Jangkauan pemasaran yang luas, modal yang ralatif kecil, review atau feedback yang mudah, adanya dukungan ekspansi jejaring bisnis serta meningkatkan kredibilitas dan profesinalisme.

Dalam paparan yang bertemakan industri digital peluang dan tantangan bagi pengusaha Nahdhiyin, Sabilillah Ardie menambahkan para pengusaha Nahdhiyin juga harus mengantisipasi dan memanfaatkan analisa SWOT .

Strength atau kekuatan yaitu dukungan, jaringan dan anggota Nahdhiyin se Indonesia yg mencapai puluhan juta orang.

Weakness atau kelemahan yaitu literasi digital yang belum merata. Oportunities atau peluang yaitu pasar atau pelanggan yang sangat luas dan digital yang terus meningkat. Threats atau tantangan yaitu kurangnya kolaborasi dan inkubasi bisnis digital dikalangan Nahdhiyin.

Pada akhir paparannya, Ardie memberikan tips dalam berusaha atau bekerja. Untuk mencapai sukses juga harus dibarengi dengan 5 US.

“Hati yang tulus, ibadah yang bagus, hidup yang lurus, ikhtiar yang serius dan tobat yang menerus,” kata Ardie. (HS-08)

Pemkot Pekalongan Usulkan 117 Formasi PPPK Guru Tahun 2022

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Sabtu (3/9/2022)