in

Dadakan, Para Pejabat yang Dilantik Tidak Siap Bahkan Ada yang Berkaus

Sekda Kendal, Sugiono didampingi istri usai dilantik di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Jumat (2/9/2022)

HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dico M Ganinduto memastikan tidak ada praktek jual beli jabatan dalam rotasi, mutasi dan promosi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal.

Hal ini ia sampaikan, usai melantik dan mengambil sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal Tahun 2022, di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Jumat (2/8/2022).

“Hari ini ada 39 pejabat yang dilantik dan dimbil sumpah jabatan. Mereka tidak tahu kalau hari ini mereka dilantik. Bahkan ada yang datang dengan kaus olahraga. Jadi mendadak. Ini adalah terobosan yang kami lakukan, supaya tidak ada praktek jual-beli jabatan. Jadi saya pastikan (tidak ada jual beli jabatan), kalau ada adukan ke saya,” tandas Dico.

Meski demikian, Bupati tidak menampik, pernah muncul isu adanya praktek jual-beli jabatan tersebut. Apalagi saat banyaknya jabatan yang kosong, ditambah lamanya waktu pengumuman pengisian jabatan.

“Ya pengalaman yang dulu, menjadi pembelajaran bagi kami. Bahwa rencana pelantikan dilakukan secara diam-diam. Waktu itu kan karena waktunya sangat panjang, antara informasi adanya kekosongan jabatan, dengan pelantikan. Sehingga saya mendengar isu-isu di lapangan. Tapi setelah saya telusuri tidak ada bukti,” terang Dico.

Bupati berharap kepada pejabat yang dilantik, bisa mengisi kekosongan jabatan. Sehingga kinerja semakin maksimal. Selain itu ia meminta supaya semua bekerja dengan sungguh-sungguh dan memikul tanggung-jawab dengan sebaik-baiknya.

“Dengan terisinya kekosongan jabatan ini, bisa meningkatkan kinerja OPD supaya lebih maksimal dalam melayani masyarakat. Banyak isu nasional yang harus dihadapi termasuk salah satunya inflasi,” ungkap Dico.

Ada dua jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, 19 Jabatan Administrator dan 18 Jabatan Pengawas yang dilantik dan diambil sumpahnya. Salah satunya adalah Sekda Kendal, Sugiono. Dirinya mengaku, tidak tahu sama sekali adanya acara pelantikan hari ini.

“Saya dikasih tau jam 8.30 pagi, padahal undangan ada yang jam 8.00 WIB dan acara pelantikan jam 9.00 WIB. Itupun tidak dikasih tau kalau mau dilantik,” ujar Sugiono yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas PUPR dan Pj Sekda Kendal.

Dirinya mengungkapkan, dengan telah ditetapkan dan dilantik sebagai Sekda Kendal, ia akan lebih berkonsentrasi untuk melaksanakan tugas, seperti yang telah dijalaninya selama menjabat sebagai penjabat sekda.

“Jadi setelah sekian lama di PUPR dan hari ini pekerjaan di PUPR saya lepas, untuk selanjutnya berkonsentrasi sebagai Sekda Kendal,” ungkap Sugiono.

Sekda Kendal menambahkan, banyak hal yang harus dikerjakan. Terutama sekda harus bisa mengkoordinir dan mengkolaborasikan semua OPD yang ada.

“Karena kita tidak mungkin bisa menyelesaikan satu permasalahan tanpa dengan gotong royong. Jadi visi-misi Bupati kita laksanakan secara gotong royong, serta harus bisa mensinkronkan mereka (OPD). Selankutnya beberapa kegiatan atau pekerjaan strategis dalam satu dua tahun ini harus diselesaikan. Sehingga visi-misi bupati bisa tercapai,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Sugiono mengaku, Sekda adalah sebagai pelayan bagi para ASN dan PPPK yang ada di Kabupaten Kendal, yang jumlahnya ada sekitar 15 ribu orang.

“Kami berprinsip, 15 ribu orang tersebut harus dapat pekerjaan semua. Tidak boleh ada yang nganggur. Selain itu tidak boleh ada satu tugas pun yang tidak terselesaikan oleh mereka,” pungkasnya. (HS-06)

DPRD Jateng Gelar Rapat Paripurna, Bahas Beberapa Masalah Ini

Tasyakuran Jalan, Warga Pesanggrahan Kesugihan Tumpengan Bareng Ganjar Pranowo