HALO JEPARA – Para guru pendidikan anak usia dini (PAUD), didorong untuk turut merawat dan melestarikan budaya lokal, dengan cara mengenalkan dan mengajarkan materi tersebut kepada para anak didik.
Pelestarian budaya ini, dapat dimulai dengan cara membiasakan diri, menggunakan bahasa Jawa dalam proses pembelajaran anak-anak.
Hal itu dikemukakan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, ketika mewakili Bupati hadir dalam puncak perayaan HUT ke-17 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), di lapangan Pantai Kartini, Kamis (25/8/2022) pagi.
Ali Hidayat mengatakan pentingnya mengenalkan indentitas budaya lokal pada masa keemasan anak.
Sebab dalam budaya lokal tersebut, banyak terkandung nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan.
“Jangan sampai kuwalik-walik, bahasa asingnya yang sering diberikan kepada peserta didik kita. Bahasa Jawa kita yang adiluhung jangan sampai ditinggalkan,” kata dia.
Lebih lanjut dia mengingatkan, tujuan utama pendidikan adalah keberhasilan mengembangkan kecerdasan anak secara menyeluruh.
Hal itu mulai dari kemampuan berpikir, spiritual, sosial emosional, ketangkasan olah tubuh, dan keterampilan seni.
Maka dari itu, para guru PAUD senantiasa harus memiliki komitmen kuat, untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas.
Mereka juga harus mampu memetakan kemampuan murid, untuk lebih mengenali potensi mereka. Dengan demikian alur transfer ilmu lebih fleksibel.
Ali Hidayat juga mengungkapkan harapan, anak-anak kelak dapat tumbuh menjadi generasi maju, demi mewujudkan era Indonesia emas 2045.
“Maka ajarkan akhlak mulia, menghormati kebinekaan, budayakan untuk gotong royong, berpikir secara rasional, mandiri, serta kreatif dan inovatif,” tuturnya.
Dalam puncak perayaan Semarak Pitulas Tahun Himpaudi tersaji meriah. Rangkaiannya pada pagi itu dimulai dengan senam bersama.
Tampak raut ceria terpancar dari wajah para pendidik PAUD. Jumlah mereka ada sekitar seribu orang dari tiap-tiap wilayah kecamatan. (HS-08)