HALO KENDAL – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kendal, menggelar acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) sekaligus memperingati HUT IBI ke-71 tahun 2022, yang dihadiri ratusan bidan se-Kabupaten Kendal, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Sabtu (6/8/2022).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua II PD IBI Provinsi Jawa Tengah, Dr Runjati, Ketua IAI Kabupaten Kendal, Arif Wicaksono, dari GOW Kabupaten Kendal, PPPKMI Kendal, PPNI Kendal, Tim Penggerak PKK, dan diikuti oleh ratusan anggota IBI Kendal baik secara langsung maupun daring.
Ketua Pengurus Cabang IBI Kabupaten Kendal, Mursianah dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini untuk memperingati HUT IBI ke-71 dan Rakercab setiap tengah periode, dan ini periode 2018-2023.
Dikatakan, sejarah peringatan Hari Bidan Nasional, tidak terlepas dari proses terbentuknya Ikatan Bidan Indonesia (IBI), yang bertepatan dengan hari lahirnya IBI, pada 24 Juni 1951, yaitu sebuah organisasi yang mewadahi para bidan di seluruh Indonesia.
“Tema yang diangkat pada HUT IBI yang ke-71 pada tahun ini yaitu “Perjalanan Panjang Profesi Bidan Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju”,” ujarnya.
Mursianah juga menyampaikan, bahwa kegiatan ini untuk evaluasi laporan setiap tengah periode. “Yang mana diharapkan masyarakat bisa mendapatkan palayanan yang lebih maksimal, dan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta menurunkan angka stunting di Kabupaten Kendal,” imbuhnya.
Dalam acara ini juga diisi dengan pemotongan tumpeng, dilanjutkan dengan seminar dan motivasi yang menghadirkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan 1 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Indonesia 2020-2024, salah satunya bertujuan untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, yaitu SDM yang sehat, cerdas, adaptif, terampil dan berkarakter.
SDM berkualitas dimulai sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Bagi anak, HPK merupakan periode yang sangat penting untuk pertumbahan dan perkembangan anak, jika anak tumbuh dalam situasi kekurangan gizi kronis, tentu akan berpotensi melahirkan generasi anak yang stunting.
“Saat ini stunting menjadi salah satu masalah yang cukup membahayakan. Tidak sekadar masalah fisik seseorang, tetapi akan meluas menjadi masalah Nasional dengan kehilangan generasi (lost-generation), sekaligus menjadi beban yang semakin membesar jika tidak dihentikan,” ungkap Dico.
Untuk itu, bidan sebagai mitra profesional pemerintah dan menjalankan peran perpanjangan tangan negara, dalam melaksanakan pelayanan pencegahan stunting dituntut melakukan pendampingan kesehatan, gizi, KB, hingga persoalan lingkungan kepada sasaran percepatan penurunan stunting.
“Keberadaan bidan dalam Tim Pendamping Keluarga menempati peran sentral dalam pendampingan keluarga,” tandas Dico.
Oleh sebab itu, dalam konsep pembentukan Tim Pendamping Keluarga, posisi bidan lebih diutamakan ketimbang tenaga kesehatan lainnya.
“Diharapkan kolaborasi tenaga kesehatan bidan dan kader penggerak serta pemberdayaan keluarga dapat menjadi katalisator percepatan penurunan stunting. Sehingga terbentuk generasi yang berkualitas dan berkarakter,” imbuh Dico.(HS)