in

HUT Kemerdekaan RI, Bupati Nduga : Kita Tunjukkan Nduga Jadi Tempat Tinggal Semua Suku di Indonesia

Bupati Nduga, Provinsi Papua, Namia Gwijangge. (Foto : tribratanews.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pemkab Nduga, Provinsi Papua memerintahkan seluruh warga di Kota Kenyam dan sekitarnya, untuk mengibarkan bendera merah putih dan memasang umbul-umbul, mulai 1 Agustus 2022.

Bupati Nduga, Provinsi Papua, Namia Gwijangge mengatakan pemasangan bendera merah putih dalam rangka menyambut HUT Ke-77 Kemerdekaan RI tersebut, tak hanya dilakukan di rumah-rumah, tetapi juga toko-toko di wilayah itu.

Selain perintah untuk mengibarkan bendera merah putih, pihaknya juga mempersiapkan berbagai kegiatan. salah satunya karnaval yang akan dipusatkan di Kota Kenyam.

Dalam kegiatan tersebut, akan dimeriahkan oleh berbagai adat Nusantara. Hal itu karena warga Kabupaten Nduga, bukan hanya warga asli, melainkan juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Warga yang hidup dan tinggal di Kabupaten Nduga, merupakan semua suku yang ada di Indonesia, sehingga semua kami perlihatkan melalui kegiatan carnaval tersebut,” kata dia, seperti dirilis tribratanews.go.id.

Menurut dia, peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, juga merupakan momen yang baik bagi semua warga dari berbagai suku dan agama tersebut, untuk menjalin kebersamaan.

“Kita tunjukkan bahwa Kabupaten Nduga dapat menjadi tempat tinggal bagi semua suku bangsa di negara kita,” kata dia.

Dia juga mengatakan telah melakukan pertemuan dengan semua pihak, agar penyelenggaraan perayaan hari Kemerdekaan RI, dapat berjalan aman dan lancar.

“Semua mempunyai peran penting dalam menyukseskan setiap kegiatan yang akan kita laksanakan nantinya. Dan saya selaku kepala daerah di Kabupaten Nduga, mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, yang telah bekerja sama dalam membangun Kabupaten Nduga, yang lebih baik saat ini dan ke depannya,” kata dia.

Penyerangan

Seperti diketahui, di wilayah Kabupaten Nduga beberapa waktu lalu terjadi penyerangan oleh KKB Papua, pimpinan Egianus Kogoya. Aksi brutal kelompok teroris tersebut, mengakibatkan beberapa warga sipil meninggal dunia.

Ketua Klasis Kingmi Kenyam Kabupaten Nduga, Zakeus Kogoya pun bereaksi dengan menyayangkan tindakan KKB tersebut, dengan mengatakan aksi mereka sangat tidak manusiawi.

Menurut dia, tidak ada agama yang mengajarkan untuk melakukan tindakan kekerasan, apalagi sampai membunuh orang lain.

“Sodara kami yang merupakan seorang pendeta dan beberapa warga yang tidak bersalah menjadi korban kekerasan hingga nyawa mereka hilang begitu saja,” tandasnya.

Dia meminta warga untuik memberi kepercayaan kepada aparat keamanan TNI/Polri, dalam menjaga Kamtibmas.

“Kami sebagai tokoh agama di Kabupaten Nduga, mendukung dalam rangka menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” kata dia. (HS-08)

Hingga Akhir Juli, Progres Pemugaran Makam Tokoh Ulama Sholeh Darat Capai 30 Persen

Kemenparekraf Turut Semarakkan ASEAN Para Games 2022