HALO SEMARANG – Institut Pemeritahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar acara wisuda di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jabar, Kamis (28/7/2022).
Rektor IPDN Dr Hadi Prabowo menuturkan tahun ini IPDN meluluskan 2.067 wisudawan yang terdiri atas lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan (S3) sebanyak 37 orang, Program Magister Ilmu Pemerintahan (S2) sejumlah 38 orang, dan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan sebanyak 1.992 orang.
Ini merupakan tahun ketiga acara wisuda dilakukan tanpa mengundang orang tua dan keluarga wisudawan karena situasi masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
‘’Alumni IPDN ditantang untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik, amanah, dan memiliki kecepatan serta ketepatan dalam merespons berbagai persoalan masyarakat,’’ kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Prof Muhammad Tito Karnavian.
Mendagri menjelaskan IPDN dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan tujuan untuk membentuk calon kader pamong praja muda IPDN sedemikian rupa agar dapat berperan sebagai motivator, inovator serta pelopor pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Juga menjadi aktor perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
‘’Untuk itu, lembaga pendidikan IPDN ini harus kita tata dan kembangkan agar dapat menjadi lembaga pendidikan kader pamong praja yang berkualitas, inovatif, kompetitif dan anti-radikalisme demi mewujudkan visi Indonesia Maju 2020-2024 seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden,’’ ujarnya.
Mendagri juga memberikan apresiasi yang tinggi atas beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh IPDN sesuai dengan yang telah disampaikan Rektor IPDN dalam laporannya di antaranya terkait perubahan statuta IPDN, penataan kelembagaan, kurikulum, laboratorium program studi, home base dosen, akuntabilitas sistem SPCP dan pengembangan smart campus serta sistem informasi akademik.
‘’Progres pengembangan pendidikan dan kerja sama luar negeri yang dilakukan oleh IPDN saya nilai sudah sangat baik, terlihat dengan diikutsertakannya praja dalam program beasiswa LPDP juga beberapa kerja sama luar negeri yang sudah terjalin. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut,’’ paparnya.
Tito juga berharap inovasi-inovasi yang dikembangkan IPDN mampu menghasilkan alumni yang dapat berperan sebagai agent of change (agen perubahan) dalam melakukan pembaharuan tata kelola pemerintahan yang baik di tempat tugas mereka masing-masing. ‘’Alumni IPDN harus mampu bekerja dengan standar kinerja dan integritas tinggi serta penuh semangat dalam mengabdi kepada bangsa dan negara berlandaskan norma ASN yakni berAKHLAK dan juga dapat menjadi perekat NKRI,’’ tegas mantan Kapolri ini.
Sementara Hadi Prabowo menambahkan tahun ini lulusan terbaik Program Doktor (S3) Ilmu Pemerintahan IPDN diraih Dr H Sattar Taba dengan IPK 3,83, sedangkan lulusan terbaik Program Magister (S2) Ilmu Pemerintahan diraih Yasinta Dwi Lestari dengan IPK 3,83.
Program Sarjana Terapan (D-IV) Ilmu Pemerintahan melahirkan M Isyraqi Aufar Suseso asal pendaftaran Provinsi DIY sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,916, dan berhak menerima penghargaan Kartika Astha Brata.(HS)