HALO SEMARANG – Peringatan Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia yang jatuh pada 3 Juli ini, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengimbau masyarakat berpartisipasi untuk mengurangi penggunaan kantong plastik saat beraktivitas seperti berbelanja maupun tidak membuang sampah plastik sekali pakai di sembarang tempat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif pada Minggu (3/7/2022).
Menurut Afif, mengurangi penggunaan kantong plastik sangat penting dilakukan secara bersama-sama, mengingat ancaman bencana di bumi makin terasa akibat salah satunya banyaknya sampah atau kantong plastik sekali pakai. Hal ini bisa mengancam keberadaan atau mengganggu ekosistem lingkungan baik lingkungan alam, kehidupan biota laut maupun kehidupan pada manusia umumnya.
“Sehingga masyarakat harus bisa menjaga alam dengan pelestarian lingkungan, yakni dengan ikut mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai diganti dengan tas atau kantong yang ramah lingkungan. Misalnya, saat kita berbelanja ke pasar dan toko modern, agar membawa kantong sendiri masing-masing dari rumah, sehingga tidak menambah tumpukan sampah plastik di lingkungan sekitar,” terangnya.
Di sisi lain, lanjut Afif, sebaiknya pengelola toko-toko modern maupun swalayan sebisamungkin menghindari penyediakan kantong plastik. “Harusnya imbauan untuk bawa tas sendiri dari rumah diperbanyak titiknya seperti di pusat perbelanjaan dan toko modern, sehingga masyarakat terbiasa membawa tas dari rumah,” ujarnya.
Pihaknya juga mendorong masyarakat dengan memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia untuk berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing dan lingkungan sekitar. “Lebih baiknya juga, ketika melihat sampah di jalan, sungai, dan berserakan di pantai kita ikut membersihkan. Diharapkan tindakan tersebut, bisa menjadi gerakan atau pembiasaan untuk kesadaran mencintai kelestarian lingkungan alam,” katanya.
Sementara itu, sebelumnya terkait ajakan kepada masyarakat menjaga kelestarian alam, Wali Kota Semarang, Hendrar Prahadi mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya untuk pelestarian alam seperti dengan program penghijauan.
Dikatakan Hendrar Prihadi, bahwa saat ini bumi menghadapi tiga masalah utama, di antaranya iklim yang meningkat dengan sangat cepat bagi manusia dan alam untuk beradaptasi, hilangnya habitat dan faktor lain yang menyebabkan sekitar 1 juta spesies terancam punah. Dan polusi yang terus meracuni udara, tanah, dan air.
“Jalan keluar dari tiga persoalan ini adalah mengubah ekonomi dan masyarakat kita menjadi inklusif, adil, dan lebih terhubung dengan alam. Kita harus beralih dari merusak planet ini menjadi memperbaikinya,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.
Sehingga, kata Hendi, penting untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya alam serta penghijauan di bumi. Oleh karena itu, peringatan terkait dengan lingkungan ini diharapkan bisa menggugah kepedulian manusia dan masyarakat untuk merawat lingkungan hidup yang cenderung semakin rusak.
“Kita telah dikaruniai alam yang begitu indah dan kaya akan kekayaan alam bahari. Kami berharap dengan peran dan kepedulian masing-masing elemen yang berlangsung secara simultan, harmonis dan selaras dengan alam,” pungkasnya.(HS)