HALO SEMARANG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi Provinsi Makkah, menyatakan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan pos kesehatan sektor Makkah, siap memberikan pelayanan kesehatan selama musim operasional haji 1443 H.
Hal ini dibuktikan dengan terbitnya surat izin (tasrih) klinik untuk KKHI dan lima pos kesehatan sektor Makkah.
“Alhamdulillah Tasrih sudah kita terima, dan dinyatakan bahwa KKHI dan pos kesehatan sektor layak untuk memberikan pelayanan kesehatan,” kata Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dokter Muhammad Imran, Sabtu (2/7/2022) seperti dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id .
Untuk memperoleh tasrih klinik, ada tiga tahapan yang harus dilalui. Tahapan pertama, KKHI harus mendapatkan tasrih iskan, yaitu penerbitan izin gedung yang dikeluarkan oleh kantor baladiah (walikota) provinsi Makkah.
“Proses pengurusan tasrih iskan sudah kita lakukan sejak di indonesia, sebelum masa operasional haji dimulai,” kata Salman M Idris, tim Surveilans KKHI Makkah.
Tasrih iskan berlaku selama satu tahun, dan harus diperbaharui setiap tahunnya.
Ada sejumlah aspek yang harus dipenuhi untuk diterbitkannya tasrih iskan. Masing-masing adalah fungsi dan keamanan lift; sistem alarm dan pemadam kebakaran gedung; back up power generator sebagai antisipasi padamnya listrik; sanitasi dan ketersediaan air, ternasuk kebersihan tangki air; dan adanya CCTV atau kamera pengawas di semua titik strategis, yang langsung terintegrasi dengan sistem monitoring di kantor polisi Arab Saudi.
“Setelah lima hal ini diurus dan memenuhi syarat, terbitlah tasrih iskan,” ujar Salman.
Proses selanjutnya adalah terpenuhinya dokumen yang berisi informasi ketersediaan layanan kesehatan termasuk detail Sumber Daya Manusia beserta dengan tugas fungsinya, rincian jenis dan kuantitas obat-obatan dan alat kesehatan yang dibawa, serta ruang dan jenis pelayanan, mulai dari IGD, ruang rawat, dan sebagainya.
Tahapan ketiga adalah pengelolaan limbah medis yang bekerja sama dengan perusahaan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
Sambil dilakukannya proses pengurusan tasrih klinik, proses pelayanan kesehatan di KKHI dan pos kesehatan terus berjalan, tidak mengganggu pelayanan yang sedang berjalan.
Dalam proses penerbitan tasrih, dilakukan setidaknya 2 kali survey dan proses penilaian oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi ke KKHI dan satu kali ke pos-pos kesehatan sektor Makkah.
“Alhamdulillah tasrih klinik juga sudah kita terima, dan berlaku selama masa operasional haji tahun ini,” ucap dr Imran.
Puas
Jemaah haji yang dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, mengaku puas dan betah dengan pelayanan yang diterima.
Hal ini disampaikan Taryati (62) jemaah haji asal embarkasi JKS 06 kepada Ketua Audit Penyelenggaraan Kesehatan Haji Tahun 1443 H Kementerian Kesehatan dr Gema Asiani saat melakukan inspeksi ke ruang rawat inap perempuan, Jumat (1/7).
Taryati menyampaikan merasa nyaman dan puas mendapatkan pelayanan di ruang rawat inap KKHI. Menurutnya, pelayanan di KKHI Makkah sangat memuaskan.
“Dokter dan perawatnya baik dan ramah, terampil dan cekatan dalam melayani saya,” kata Taryati, saat diminta pendapatnya terkait kepuasan pelayanan di KKHI Makkah oleh tenaga kesehatan di KKHI Makkah.
Elida Muhtar Surya (58) jemaah haji asal Medan, juga memiliki penilaian yang sama. Elida mengaku terkesan dengan semua pelayanan yang diberikan tim kesehatan KKHI Makkah kepada dirinya.
Koordinator Surveilans Arab Saudi Prof Rustika mengatakan, pernyataan dua jamaah haji yang mewakili jamaah haji yang pernah dirawat di KKHI Makkah itu menjadi bukti bahwa hasil survei kepuasan jamaah haji tanpa rekayasa. Hal ini sesuai dengan hasil indeks kepuasan sampai saat ini menunjukkan sangat baik.
“Artinya data yang dikumpulkan kami sesuai dengan fakta di lapangan,” katanya.
Rustika mengatakan, setiap jamaah yang telah mendapatkan pelayanan di KKHI dan akan kembali ke kloternya selalu diminta untuk mengisi google form tentang indeks kepuasan layanan.
Jika mereka tidak mengisi google form, maka tim kesehatan dan tim surveilance membantu “probing” mengisikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh jamaah haji sebagai responden.
Sementara itu penanggung jawab keperawatan KKHI Makkah Siti Kunja Naeni membenarkan, bahwa jemaah mengaku merasa aman dan nyaman selama dirawat di KKHI.
Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan daerah kerja (Daker) Makkah dr. Muhammad Imran mengatakan, kenyamanan yang dirasakan oleh jemaah haji yang mendapat pelayanan di KKHI merupakan perwujudan dari pelayanan terbaik yang diberikan oleh para petugas kesehatan.
“Semua petugas memberikan pelayanan yang terbaik bagi setiap jemaah haji yang dirawat, karena kita adalah keluarga” ucap dr. Imran
Setelah mendapatkan layanan kesehatan di KKHI, Jemaah akan kembali ke kloternya masing masing, untuk kemudian dilakukan pemantauan kesehatan secara rutin oleh tenaga kesehatan haji di kloter. (HS-08)