HALO KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar, menganggarkan Rp 19 miliar, untuk membiayai pembangunan Gedung Kebudayaan Karanganyar.
Pemkab Karanganyar juga menyediakan anggaran Rp 6,5 miliar, untuk rehab total Rumah Dinas Bupati.
Peletakkan batu pertama pembangunan kedua gedung tersebut dilakukan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar, Titis Sri Jarwoto, dalam laporannya mengatakan biaya rehab total pembangunan Rumah Dinas Bupati, menelan anggaran Rp 6,5 miliar bersumber dari APBD 2022.
“Pembangunan akan dilakukan CV Legra Sejahtera, sebagai pemenang lelang selama 6 bulan ke depan. Mohon doa restu dan semoga pembangunan dilancarkan,” kata dia, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.
Selain rumah dinas Bupati Karanganyar, Pemkab juga akan membangun kebudayaan. Pembangunan gedung yang menelan anggaran Rp 19 milar ini, akan dikerjakan PT Koala Batee Indonesia, dan direncanakan selesai dalam waktu 180 hari.
Adapun lokasinya menempati lahan bekas Gedung Wanita, yang beberapa waktu lalu telah dirobohkan. Di dekat Gedung Wanita tersebut terdapat Gedung Teater, yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.
Bupati mengatakan gedung ini nantinya akan digunakan sebagai pusat kebudayaan di Karanganyar, sehingga bermanfaat bagi perkembangan seni dan kebudayaan di Karanganyar.
“Semoga pembangunan selesai sesuai deadline dan nantinya dapat dimanfaatkan para pelaku seni dan budaya di Karangayar,” kata dia, seperti dirilis karanganyarkab.go.id.
Setelah melakukan peletakan batu pertama di Gedung Budaya Karanganyar, Bupati juga melakukan peletakkan batu pertama pembangunan ulang Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Bupati Karanganyar mengatakan pelaksaanan rehab total Rumah Dinas Bupati, telah melalui pertimbangan banyak aspek. Rumah Dinas Bupati ini nantinya menjadi simbol pelayanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Disebutkannya dari hasil survei berkaitan pelayanan Pemkab Karanganyar, tingkat kepuasan mencapai 85 persen. Karenanya pihaknya berharap pelaksana proyek dapat mempercepat pembangunan dari deadline 180 hari.
“Saya nyuwun kepada pelaksana proyek kalau bisa dipercepat. Kalau perlu dilembur, sehingga pembangunan dapat selesai menjadi 150 hari,” tandasnya. (HS-08)