HALO SEMARANG – Gelombang kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terus berlangsung. Selain yang reguler, jemaah haji khusus juga sudah mulai berdatangan.
Sebanyak 264 jemaah haji khusus, Jumat (17/6/2022) mendarat di terminal haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Sebelumnya, mereka terbang dari Indonesia, menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
“Alhamdulillah, 264 jemaah haji khusus mendarat di Jeddah. Sebanyak 171 jemaah Arminareka Perdana, 83 jemaah Resi Manunggal Lestari. Ada di antara mereka, 10 petugas,” kata Kepala Bidang Pengawasan Haji Khusus, Mujib Roni, di Bandara Jeddah, seperti dirilis kemenag.go.id, Sabtu (18/6/2022).
Lebih lanjut Mujib Roni mengatakan, dari Jeddah, mereka langsung menuju Madinah terlebih dahulu, sebelum ke Makkah,” kata dia.
Sampai dengan hari ini, total sudah ada 383 jemaah haji khusus yang sudah tiba di Arab Saudi. Sebanyak 119 jemaah mendarat di Madinah, dan 264 jemaah di Jeddah.
“Total sudah 383 jemaah haji khusus di Tanah Suci,” tandasnya.
Pada tahun ini, Kementerian Agama RI juga meningkatkan layanan katering jemaah haji Indonesia, dari dua kali menjadi tiga kali makan setiap hari, baik di Makkah maupun Madinah.
Untuk memastikan kualitas makanan dan distribusi yang tepat, Kemenag juga memperkuat tim petugas katering.
“Akan ada petugas tambahan yang akan disebar di Daerah Kerja Bandara, Makkah, dan Madinah. Umumnya mereka akan disiapkan untuk pelayanan katering,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsad Hidayat, Jumat (17/6/2022) malam.
Arsyad menambahkan, penyelenggaraan haji 1443 H adalah kali pertama jemaah Indonesia mendapat layanan katering tiga kali makan setiap hari. Layanan katering itu diberikan dengan rincian, maksimal 75 kali makan selama 25 hari di Makkah, maksimal 27 kali makan selama 9 hari di Madinah, satu kali makan di Jeddah, diberikan saat kedatangan (jemaah gelombang II) atau kepulangan (jemaah gelombang I), layanan konsumsi (makan pagi, siang, dan malam) saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Selain katering, penguatan personel petugas juga akan dilakukan pada layanan akomodasi, transportasi, dan linjam. Para petugas tambahan juga akan diperbantukan pada sektor khusus.
“Saat jemaah di Makkah, potensi masalah di Masjidil Haram ada saja. Misal, lupa jalan pulang dan lainnya. Maka akan kita perbanyak petugas kita untuk di sektor khusus,” jelas Arsad.
“Di Makkah sangat kompleks, karena ada satu momen di mana terkumpul seluruh jemaah dari seluruh dunia,” kata dia. (HS-08)