HALO SEMARANG – Para milenal yang tergabung dalam Duta Damai di berbagai wilayah di Indonesia, akan menggelar berbagai aksi dan kegiatan, untuk menyebarluaskan pesan perdamaian, sekaligus menangkal radikalisme dan terorisme.
Hal itu diungkapkan sejumlah perwakilan Duta Damai dari berbagai provinsi di Indonesia, dalam dialog dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Pol Dr Boy Rafli Amar MH.
Dialog secara daring dengan 30 Duta Damai tersebut, digelar BNPT dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 2022.
Dalam kesempatan itu, Duta Damai Jawa Tengah, menyatakan akan menyelenggarakan workshop dan sosialisasi bahaya tindakan anarkistis, Duta Damai Sulawesi Tengah membuat program pendirian desa damai di daerah-daerah rawan aksi radikalisme dan terorisme, serta Duta Damai Sumatra Barat membuat program Youth Peace Camp.
Dalam dialog tersebut, Kepala BNPT berpesan agar seluruh Duta Damai yang notabene generasi milenial, terus berkiprah dalam segala upaya untuk menyiarkan misi perdamaian di masyarakat.
“Seluruh Duta Damai, teruslah berkiprah di berbagai entitas dalam masyarakat dengan membawa misi perdamaian,” kata Boy Rafli, seperti dirilis bnpt.go.id.
Dalam kesempatan ini, Boy Rafli mengucapkan terima kasih atas usaha Duta Damai mengajak masyarakat untuk mengamalkan nilai luhur bangsa dan menyampaikan pesan damai dalam rangka membangun Indonesia yang harmoni.
“Menjadi Duta Damai adalah amal ibadah kita, mengajak semua orang untuk cinta perdamaian, terima kasih untuk semua Duta Damai,” ujarnya.
Boy mengatakan, BNPT menyadari betapa pentingnya pelibatan pemuda untuk mejadi perpanjangan tangan BNPT di daerah, khususnya untuk merangkul dan menyentuh generasi muda. BNPT telah memiliki komunitas Duta Damai dengan jumlah anggota 542 peserta aktif.
Sejumlah Duta Damai telah berkontribusi langsung dalam menyiarkan pesan perdamaian dan berhasil menjadi inisiator untuk pembuatan Perjanjian Kerja Sama dengan salah satu universitas di Kabupaten di wilayahnya, yang berfokus untuk menyebarkan narasi perdamaian di kalangan mahasiswa melalui media sosial. (HS-08)