in

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2022, Megawati dan Try Sutrisno Ajak Indonesia Bangkit Bersama

Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri ketika secara virtual, menyampaikan sambutan menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila 2022, Rabu (01/06/2022). (Sumber : Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

 

HALO SEMARANG – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak bangsa Indonesia, untuk bangkit bersama setelah pandemi Covid-19.

Ajakan itu disampaikan Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri, dalam peringatan hari lahir Pancasila.

Puncak peringatan hari lahir Pancasila, Rabu (01/06/2022), secara nasional dipusatkan di Lapangan Pancasila Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya mengajak kita semua, untuk bangkit bersama, menang dari Covid-19 yang semakin terkendali. Mari kita tunjukkan, bahwa kita adalah bangsa besar, yang berjuang bersama secara gotong royong,” kata Megawati, seperti disampaikan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Megawati yang juga Presiden RI kelima, menjabat 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004, juga mengajak Bangsa Indonesia, untuk menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun.

“Mari kita buktikan kepada dunia, bahwa dengan bepegang pada ideologi Pancasila, dan menjadikannya sebagai bintang penuntun, kita mampu menjadi bangsa yang maju dan selamat,” kata dia.

 

Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, Try Sutrisno, secara virtual menyampaikan sambutan menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila 2022, Rabu (01/06/2022). (Sumber : Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

 

Ajakan senada juga disampaikan Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, Tri Sutrisno.

Wakil Presiden Indonesia ke-6 periode 1993–1998 itu mengatakan, Pancasila adalah dasar negara, ideologi negara, pandangan hidup, dan alat pemersatu bangsa Indonesia.

“Marilah kita menjalani hidup, dengan menjunjung tinggi nilai luhur, yang terkandung dalam Pancasila. Mari kita bersatu bangkit bersama, teguh mewujudkan Indonesia maju dan membangun peradaban dunia,” kata dia.

Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menjadi pusat peringatan Hari Lahir Pancasila ke-77 pada 1 Juni 2022 mendatang. Ada sejumlah keistimewaan Ende dalam pandangan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hingga diputuskan menjadi pusat peringatan Hari Lahir Pancasila.

Sebelumnya, menurut Wakil Kepala BPIP Prof Hariyono, Ende dipilih sebagai tempat puncak peringatan Hari Lahir Pancasila 2022, karena wilayah ini memiliki hubungan erat dengan kelahiran ideologi negara tersebut.

Di Ende inilah, ada ruang bagi Bung Karno, yang biasanya sangat sibuk mengkonsolidasikan perjuangan nasional, untuk merenungkan dasar-dasar negara, yang di kemudian hari akan dia pimpin.

Di Ende, Bung Karno sadar bahwa Indonesia itu bukan hanya Jawa. Di Ende terdapat penduduk dengan beragm etnis dan agama. Walaupun Bung Karno adalah pejuang dan tokoh dari kalangan Islam, tetapi di Ende dia juga berdiskusi dengan tokoh-tokoh agama lain.

“Dari sinilah Ketuhanan menurut Bung Karno tak bisa dipersempit menjadi ketuhanan bagi agama tertentu,” kata Prof Hariyono, di Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, di sela-sela Parade Kebangsaan menyambut Hari Lahir Pancasila, Sabtu (28/5/2022) lalu.

Selain itu, menurut Prof Hariyono yang berlatar belakang seorang guru besar sejarah dari Universitas Negeri Malang, masyarakat Ende memiliki kemandirian. Ini terbukti bahwa Ende baru bisa takluk dan dijajah oleh Belanda pada 1917.

Selanjutnya, lanjut Prof Hariyono, masyarakat Ende sangat mendukung toleransi. Meskipun, ada etnis dan agama yang berbeda, tetapi masyarakatnya saling berinteraksi.

“Bung Karno menilai Ende adalah miniaturnya Indonesia,” kata Prof Hariyono.

Kemudian, Ende juga adalah wilayah yang mencerminkan kemaritiman. Maka dari itu, ketika Bung Karno berpidato pada 1 Juni 1945, dia mengatakan bahwa Indonesia bukan hanya kelautan tetapi lautan yang ditaburi pulau-pulau.

Sehingga negara kepulauan ini tak bisa disatukan, jika tidak memiliki dasar negara yang berakar dari nilai-nilai masyarakat.

“Maka ketika di Ende, lima mutiara (sila Pancasila) sudah terlihat dan itulah peran Ende,” kata Hariyono.

Prof Hariyono mengatakan, Ende adalah salah satu rahim proses kelahiran Pancasila dengan keistimewaannya. Makanya, BPIP ingin peringatan hari lahir Pancasila ke depannya dirayakan di daerah-daerah yang memiliki peran dalam proses sejarah terbentuknya Pancasila.

“Ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa Pancasila itu bukan hanya milik orang Jawa, tetapi ada Bengkulu, Banda, hingga Boven Diegul,” kata Prof Hariyono.

Selain itu, ini mendukung konsep pemerintahan Jokowi. Yakni, membangun Indonesia bukan hanya dari pusat tetapi dari daerah.

“Karena Indonesia adalah milik seluruh rakyat,” kata Prof Hariyono

Sementara, Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP, Elfrida Herawati Siregar mengatakan, Ende adalah salah satu tempat di mana salah satu pendiri bangsa, yakni Bung Karno menggali nilai-nilai Pancasila. Dan, masyarakat Ende selalu menjaga nilai-nilai Pancasila yang digali Bung Karno.

“Masyarakat Ende menjaga legacy Bung Karno tentang nilai-nilai Pancasila yang digali di Ende,” kata Elfrida. (HS-08)

Ribuan Batang Rokok Dimusnahkan Kejari Kendal

TNI dan Warga Desa Nanggulan Klaten Bangun Jembatan Impian