HALO JEPARA – Pemkab Jepara mengajak anak-anak putus sekolah, untuk melanjutkan pendidikannya.
Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta, mengemukakan berdasarkan data di Pemkab Jepara, pada 2019 terdapat 17.065 anak usia sekolah tidak sekolah. Data tersebut membuat dia prihatin, karena anak-anak itu adalah generasi penerus bangsa.
“Ini menjadi tanggung jawab kita semua, dan saya minta kepada perangkat daerah terkait termasuk camat, lurah, dan petinggi agar mengkampanyekan program ‘Yuk Sekolah Maneh’ (Yuk Sekolah Lagi),” kata dia, seperti dirilis jepara.go.id.
Anak-anak itu juga perlu diberi ruang untuk berkreasi, agar mempunyai kegiatan positif. Dengan demikian mereka dapat lebih terarah, serta tidak melakukan perbuatan yang melanggar berbagai norma dan peraturan yang berlaku.
Ruang berkreasi tersebut, menurut dia dapat berupa pertunjukan seni, yang menampilkan semua budaya Jepara.
”Sebelum dilantik menjadi Pj. Bupati Jepara, saya mempunyai angan-angan kalau suatu saat ada pertunjukan seni budaya yang dipentaskan oleh adik-adik dan remaja,” kata dia.
Saat ini Pemkab Jepara telah menunjuk empat desa, yakni Nalumsari, Tegalsambi, Tubanan, dan Tulakan, untuk menjadi percontohan program Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS).
Keempat desa percontohan tersebut, Sabtu (28/5/2022) di halaman Sekretariat Daerah Jepara juga telah memamerkan hasil kreativitas dan inovasi dari para remajanya.
Kegiatan yang terkemas dalam acara “Showcase Gerakan Remaja Hebat” bertajuk remaja cerdas, aktif, kreatif, kritis untuk Indonesia maju ini, terselenggara atas kerja bareng Pemkab Jepara dengan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF), Institut Teknologi dan Bisnis Semarang, serta Bank Jateng.
Dalam pameran gerakan remaja hebat, Desa Nalumsari menyuguhkan pengelolaan bank sampah dan permainan tradisional.
Desa Tegalsambi memamerkan batik motif perang obor dan pojok literasi, serta Tubanan mengadakan konseling remaja dan kursus bahasa Inggris. Adapun untuk Desa Tulakan, memerkan produk camilan bernama Mplokmplokan, dan karya lukisan tangan (Lungan) yang diaplikasikan pada kaos, tas, dan produk lain.
Kepala Bappeda Jepara Subiyanto menjelaskan, jika pameran gerakan remaja hebat kali ini diharapkan menjadi pintu masuk. Sebagai wahana bagi para remaja memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan diri. “Agar menjadi anak cerdas, sehat, kreatif, dan produktif,” tuturnya.
Sementara Kepala Perwakilan UNICEF Jawa Bali, Arie Rukmantara menekankan, perlunya kerja sama lintas sektor untuk mengentaskan anak tidak sekolah. Sebab erat hubungannya dengan pembangunan Jepara. Karenanya ia meminta para remaja dapat selalu dilibatkan. (HS-08)