in

Harus Rombak Total Lini Belakang

HALO SEMARANG – Pencapaian Manchester United (MU) musim ini sangat buruk.

Di atas kertas, poin maksimal The Red Devils di Liga Primer Inggris 2021-2022 adalah 61 angka.

Jumlah 61 poin itu merupakan rekor terburuk buat Setan Merah sepanjang sejarah tampil di era Premier League yang dimulai sejak 1992.

Sebelumnya, nilai paling rendah dari MU dalam semusim di Premiership adalah 64 angka.

Raihan 64 poin itu dibukukan The Red Devils pada musim 2013-2014.
Selain musim terburuk di Premier League dalam hal poin, MU juga mengukir jumlah kebobolan paling banyak dalam semusim.

Dengan tambahan empat gol saat dilumat Brighton, gawang Setan Merah ini sudah kebobolan 56 kali.

Pada laga terakhir di Premiership musim ini, anak-anak asuhan Ralf Rangnick akan dijamu Crystal Palace, 22 Mei mendatang.

Bobroknya MU musim ini bakal menjadi pekerjaan berat bagi Erik ten Hag yang dipercaya sebagai manajer baru mulai musim depan.

Prioritas Ten Hag adalah merombak total lini belakang.

Hanya kiper David de Gea yang pantas dipertahankan, sedangkan barisan belakang lain mesti diubah.

Harry Maguire kemungkinan besar tak dipakai lagi oleh Erik.

Kapten MU itu bermain tidak solid dan kerap membuat kesalahan.

Ten Hag tak punya pilihan kecuali menemukan formula baru di lini pertahanan.

Di barisan tengah, perubahannya tidak terlalu banyak.

Sementara barisan penyerang membutuhkan paling tidak dua nama baru. (HS-06)

Yoyok Sukawi Minta PTM-Pasca Mudik Dilaksanakan Penuh Kehati-hatian

Minta Tiga Pembalapnya Tidak Loyo