HALO SEMARANG – Puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1443 H yang diprediksi terjadi Sabtu (7/5/2022) hingga Minggu (8/5/2022) membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang siap mengantisipasi kepadatan arus lintas kendaraan di jalan utama dalam Kota Semarang. Sebab dari pantauan Dishub, sejak Sabtu (7/5/2022) hingga Minggu (8/5/2022) terjadi kepadatan kendaraan pemudik di sejumlah ruas jalan protokol atau dalam Kota Semarang.
Peningkatan jumlah kendaraan ini imbas dari pemberlakuan one way di Gerbang Tol Kalikangkung kilometer 414 hingga Gerbang Tol Halim kilometer 3 sejak Sabtu (7/5/2022).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, puncak arus mudik Lebaran terjadi Minggu (8/5/2022), terpantau kendaraan pemudik yang melintas di sejumlah ruas jalan protokol Kota Semarang masih ramai lancar.
Dirinya mengakui, karena sejak pemberlakuan one way mulai dari Gerbang Tol Kalikangkung 414 hingga Tol Halim membuat kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan protokol sangat padat.
“Karena sampai saat ini belum ada pembukaan dua jalur untuk di jalan tol. Jadi ada prosentase kenaikan arus kendaraan di ruas jalan utama dalam Kota Semarang sekitar 70 persen,” jelasnya, Minggu (8/5/2022).
Seperti yang terpantau dari Area Traffic Control System (ATCS) Dishub, Minggu (8/5/2022) siang ini, ada kepadatan kendaraan terutama pemudik yang melintas di Kota Semarang menuju arah Jakarta.
“Misalnya, di ruas Jalan Pandanaran terjadi kepadatan arus kendaraan pemudik, karena ada beberapa pemudik yang mampir dan parkir di tepi jalan utama untuk membeli oleh-oleh. Sehingga menganggu kelancaran arus lalu lintas sering menjadi penundaan kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut,” ujarnya.
Endro menambahkan, di puncak arus balik ini terjadi kepadatan kendaraan dibandingkan kemarin. “Kepadatan kendaraan juga terpantau di ruas jalan protokol Setia Budi, Banyumanik. Kondisi arus lalu lintas sangat ramai diperkirakan akan terus berlangsung hingga nanti malam,” katanya.
Pihaknya menjelaskan, beberapa hal akan dilakukan petugas untuk mengantisipasi kepadatan dan kemacetan di beberapa titik rawan kemacetan. “Misalnya petugas akan menerapkan flashing traffic light sehingga hanya berkedip-kedip. Jadi kendaraan terus bergerak untuk urai kemacetan kendaraan. Petugas konsentrasi untuk mengeliminir terjadinya kemacetan di ruas jalan utama dalam Kota Semarang,” kata Endro.
Pihaknya juga menerjunkan sekitar 400 personel gabungan dari Dishub, TNI dan Polri untuk mengamankan arus balik pemudik. “Petugas dibagi menjadi tiga shift selama 24 jam, akan berjaga hingga Rabu tanggal 11 Mei 2022 mendatang,” pungkasnya.
Sementara, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Zaherman Muabezi mengatakan, berdasarkan pemantauan pihaknya bersama bersama otoritas Pelabuhan Merak, hingga Jumat malam (6/5/2022), tercatat kapal beroperasi sebanyak 42 unit dengan 128 kali perjalanan. Kendaraan yang menggunakan fasilitas pengangkut perairan tercatat roda empat sebanyak 15.411 unit, roda dua 8.136, bus 369 dan truk 804, sedangkan penumpang mencapai 111.214 orang, yang sebagian besar didominasi orang dengan kendaraan.
“Kondisi saat ini sudah mulai terjadi kenaikan arus balik dan antrean kendaraan menuju Merak,” tambahnya.
Zaherman mengatakan, situasi di terminal reguler keberangkatan pejalan kaki menuju Pelabuhan Merak cukup padat, sedangkan sebaliknya kedatangan dari Pelabuhan Merak terpantau lengang.
Selain itu, pihaknya juga melakukan operasi di sekitar terminal reguler dengan memberikan imbauan prokes kepada pemudik, pejalan kaki, pedagang di sekitar terminal, serta awak angkutan umum.(HS)