in

KFT Gelar Pelatihan Videografi untuk Takmir Masjid

Suasana pelatihan videografi bagi pengurus Takmir Masjid yang digelar oleh persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT), Minggu (24/4/2022).

HALO SEMARANG – Banyak kegiatan positif untuk mengisi waktu sebelum buka puasa, seperti yang dilakukan oleh Persatuan Karyawan Film dan Televisi (KFT) Korda Semarang, dengan menggelar pelatihan videografi bagi pengurus Takmir Masjid bertempat di Masjid Jami Jatisari, Mijen Semarang.

Setelah mengikuti kegiatan pelatihan videografi ini, harapannya para peserta mempunyai kemampuan untuk berkarya memproduksi konten video dakwah sendiri.

Ketua KFT Korda Semarang sekaligus ketua penyelenggara, Onoy Only mengatakan, kegiatan yang bertepatan di bulan Ramadan ini yakni berupa pelatihan videografi dan editing video bagi remaja masjid dan pengurus takmir setempat.

Sehingga nantinya mereka bisa mengaplilkasikan ilmu yang diperoleh tersebut untuk membuat produk-produk video yang bagus, lalu diunggah ke berbagai platform media digital seperti facebook, Instagram maupun youtube .

“Karena perkembangan media sosial dan dunia digital yang begitu massif, terutama kalangan millenial jika tidak dipergunakan dalam hal positif, justru perkembangan teknologi itu akan menjadi bumerang bagi penggunanya. Apalagi masjid saat ini selain sebagai tempat beribadah, akhir-akhir ini beberapa tempat menjadi pusat peradaban dan solusi bagi umat, termasuk dalam memanfaatkan dunia medsos, yaitu sebagai sarana media syiar keagamaan yang efektif dan inovatif,” terangnya, Rabu (27/4/2022).

Dikatakan dia, bahwa saat ini video masih menjadi konten paling efektif untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada audience atau dalam hal ini netizen.

“Oleh karena itu KFT sebagai sebuah organisasi profesi bidang film dan televisi, ingin berbuat sesuatu sekaligus mengisi hal-hal yang positif di di bulan Ramadan ini, yaitu Pesantren Kilat Videografi, dengan mengambil tema Seharian Nyantri Bikin Konten. Dan kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Bank Jateng , juga diinisiasi oleh Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah,” imbuhnya.

Kalau di jaman Nabi dulu, lanjut dia, alat-alat perang dalam bersyiar itu pedang.

“Tapi kalau sekarang alat perangnya ya ini, kamera, HP, dan medan peperangannya medsos. Nah makanya kami berharap apa yang kami lakukan hari ini bisa ada nilai ibadahnya dan ilmunya bisa bermanfaat dan barokah,” paparnya.

Adapun rangkaian kegiatan selama satu hari tersebut di antaranya yaitu, melakukan sharing terkait tata videografi, dasar-dasar editing dan dilanjutkan dengan kegiatan inti berupa praktek produksi video konten.

“Awalnya kegiatan ini sebenarnya hanya untuk remaja dan dibatasi maksimal 30 peserta, tetapi karena animonya luar biasa. Bahkan, tidak hanya remaja namun juga diikuti oleh banyak orang tua yang masih bersemangat untuk mengikuti acara tersebut, akhirnya peserta melonjak menjadi lebih 45 peserta,” imbuhnya.

“Terlihat juga antusias peserta mengikuti acara begitu semangat dari awal hingga akhir acara, meski sedang dalam kondisi berpuasa mereka tetap bertahan sampai menjelang berbuka. Lalu, acara diakhiri dengan  tauziah buka puasa dan dilanjutkan dengan buka bersama,” pungkasnya. (HS-06)

One Comment

Minat Buru Musuh Lama

Ini Profil Bupati Bogor Yang Ditangkap KPK, Kakaknya Juga Koruptor