in

Pecah Pusat Keramaian, Dewan Dukung Pembangunan Taman Hutan Kota Mijen Dilanjutkan

Komisi C DPRD Kota Semarang melakukan rapat koordinasi dengan Disperkim membahas pelaksanaan kegiatan, belum lama ini. (Dok. Humas DPRD Kota Semarang). 

HALO SEMARANG – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) segera melakukan persiapan terkait rencana kelanjutan pembangunan taman hutan kota Mijen.

Tahun ini Pemkot Semarang menganggarkan pembangunan tersebut hingga mencapai Rp 1 miliar dari APBD. Sehingga persiapan harus dilakukan secara baik supaya proses lelang bisa segera dilakukan dan juga berjalan dengan lancar.

Anggota Komisi C, Gumilang Febriansyah mengatakan, harapan dewan proses lelang segera dilakukan sehingga perlu menyiapkan semua berkas-berkasnya agar berjalan dengan baik.

“Kalau semua berkas sudah siap, lalu dilelangkan, agar tidak mepet pelaksanaannya, sehingga (kalau waktunya mepet) memperngaruhi pengerjaannya nanti,” ujar Febri, sapaan akrabnya, Kamis (7/4/2022).

Dia menambahkan, karena tujuan pembuatan taman tersebut sebagai fasilitas ruang publik untuk dimanfaatkan masyarakat, maka setelah dibangun nanti juga harus ada perawatannya agar tidak mangkrak.

“Setelah terbangun, penting juga adanya anggaran untuk perawatan supaya tidak mangkrak. Biar taman hutan kota ada yang merawatnya agar tetap nyaman dan bersih saat dikunjungi warga,”  katanya.

Menurutnya, taman hutan kota Mijen bermanfaat untuk memecah keramaian yang sekarang terpusat di kota semuanya.

‘’Apalagi saat ini wilayah Mijen mulai ramai, jalan raya saat ini juga sudah dilebarkan. Perlu untuk memecah keramaian masyarakat, sekaligus untuk tempat wisata warga sehingga tidak harus jauh-jauh mencari tempat wisata lainnya,” tambahnya.

Pihaknya juga mengapresiasi jika ke depan dinas terkait akan memberikan fasilitas berupa kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar untuk berjualan.

“Memang harus seperti itu, untuk para PKL bisa berjualan. Otomatis kalau tempat wisata ramai, ada orang berjualan. Sembari Pemkot bisa menata PKL, kalau ditata biar terlihat bagus dan rapi, ini harus difasilitasi. Saya berharap dari sekarang pedagang mulai ditata dengan baik,” ucap politisi PKB ini.

Dewan menurutnya juga akan mengawasi pengerjaan proyek tersebut sampai rampung.

“Setelah lelang akan ada pengawasan dewan kesana. Kalau sudah dimulai lelangnya, kami lakukan monitoring lapangan atau pengawasan,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi C lainnya, Joko Santoso mengatakan, pihaknya mendorong proyek peningkatan taman hutan kota Mijen dilanjutkan tahun ini. Perlu dilakukan penambahan sarana dan prasarana di taman hutan kota tersebut sehingga bisa dijadikan tempat wisata atau ikon baru.

“Karena wilayah Mijen untuk penyangga air hujan dari wilayah atas, apalagi wilayah tersebut nantinya untuk pengembangan kota baru. Dimana untuk tempat berkumpulnya masyarakat, tempat bermain anak-anak, dan pemecah keramaian tidak hanya ada di Semarang bawah,” katanya.

Terkait penganggaran untuk pembangunan taman hutan kota Mijen, dia menegaskan dewan akan mendukung penuh.

“Dan tahun ini juga diselesaikan, serta akan kita pantau setelah ada lelang proyek peningkatan taman hutan kota Mijen agar terlaksana dengan baik,” tegas politisi Gerindra. (Advetorial-HS-06)

Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pemakaman, Yayasan Sosial Santa Maria Luncurkan Program “Sapphire”

Ini Fakta Baru Kasus Pembunuhan dan Pembuangan Jasad Bidan ke Bawah Jembatan Tol Semarang-Bawen