in

Miris, Meski Pandemi Jumlah Kasus Narkoba di Kendal Tetap Naik

Kepala BNN Kabupaten Kendal Anna Setiyowati, saat ditemui di Kantor BNNK Kendal, Selasa (15/3/2022)

HALO KENDAL – Setiap tahunnya pengguna narkoba di Kabupaten Kendal mengalami peningkatan. Adanya pandemi Covid-19 ternyata tidak membuat para pelakunya untuk berhenti menyalahgunakan narkoba.

Hal itu berdasarkan data kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal. Berdasarkan data, tahun 2018 dan 2019 jumlah kasus pengguna narkoba di Kendal yang berhasil diungkap ada 28 dan 29 kasus. Kemudian di tahun 2020 dan 2021 jumlahnya sama yaitu naik menjadi 36 kasus.

Berdasarkan data dari BNNK Kendal, pada tahun 2021 juga berhasil merehab 30 pengguna narkoba. Kebanyakan para pengguna tersebut berusia 18 tahun ke atas.

Kepala BNNK Kendal Anna Setyowati mengatakan, sebagian besar dari pengguna mengkonsumsi narkoba jenis pil trihex, dextro, komik, dan riklona.

“Untuk pengguna sabu jumlahnya sedikit. Sedangkan untuk masa rehab para pengguna, rata-rata tiga bulan dan itu disesuaikan dengan hasil skrinningnya,” terangnya saat ditemui di Kantor BNNK Kendal, Selasa (15/3/2022).

Lebih lanjut Anna menjelaskan, para pengguna narkoba direhabilitasi di Klinik Bina Waras Kendal. Hingga saat ini, BNNK Kendal terus melakukan sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba.

Bahkan pihaknya juga berhasil membentuk sekolah bersinar, desa bersinar, dan ponpes bersinar. Selain itu, BNNK Kendal juga melakukan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di wilayah ramai penduduk yang memungkinkan adanya penyalahgunaan napza.

“Sudah ada 130 ponpes bersinar dan empat desa bersinar, yang masuk dalam program IBM. Semua yang direkrut adalah tokoh masyarakat. Sehingga harapannya, mereka bisa mengajak masyarakat untuk berkegiatan dan meminimalisir adanya penyalahgunaan narkoba,” jelas Anna.

Bukan hanya itu saja, lanjutnya, BNNK Kendal juga turut aktif dalam sosialisasi penyalahgunaan narkoba melalui media sosial.

Anna juga menyebut, keberhasilan sosialisasi yang dilakukan BNNK Kendal mencapai 90 persen. Yakni untuk ungkap kasus dari tahun 2020 itu sama dengan 2021 dengan 36 kasus.

“Kalau di 2019 ada 29 kasus, dan 2018 ada 28 kasus. Jadi kasus narkoba ini terus mengalami peningkatan. Tidak peduli kondisi pandemi atau normal,” sebutnya.

Sebagai penutup, Anna juga menyampaikan, pada 2022 ini, rencananya akan ada lima desa bersinar yang akan dirintis BNNK Kendal.

“Yakni di Kecamatan Weleri, Ngampel, Patebon, Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan. Lima wilayah ini dipilih karena melihat kerawanan terjadinya peredaran narkoba. Kami harap masyarakat lebih terbuka dan bisa bekerja sama untuk memerangi narkoba,” pungkasnya. (HS-06)

Tol Semarang-Demak Terkendala, Begini Usulan Anggota DPRD Jateng, Sri Hartini

Ramai-ramai Penambang Pasir Alih Profesi Kelola Wisata di Waduk Logung