HALO SUKOHARJO – Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD di Kabupaten Sukoharjo, mempergencar sosialisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 dan penerapan protokol kesehatan.
Kegiatan tersebut seperti yang dilaksanakan Babinsa Koramil 01 Sukoharjo, Sertu Sunarno, Selasa (1/2/2022). Dalam kegiatan itu, Sunarno mendatangi warga di Pasar Cuplik dan Combongan, serta beberapa tempat kegiatan masyarakat lainnya.
Sunarno mengatakan kegiatan yang dia lakukan ini, adalah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, sekaligus menjaga masyarakat agar tidak terpapar penyakit tersebut.
Selain menyampaikan imbauan tentang pencegahan Covid-19, dia juga membagikan masker.
“Dengan adanya sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang PPKM Level 2 ini, kami berharap warga sadar untuk ikut berperan mempercepat penanggulangan Covid-19 melalui disiplin prokes. Kita semua punya peran untuk menyelesaikan pandemi ini bersama-sama,” kata Sertu Sunarno, seperti dirilis Sukoharjokab.go.id.
Sementara itu penting untuk diketahui, Kemenkes mencatat dalam sepekan terakhir ini telah terjadi peningkatan kasus positif sebesar 3,65 persen. Selain itu pada 31 Januari 2022, angka kasus harian mencapai 12.422.
Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan kenaikan angka positivity rate tersebut, juga seiring dengan peningkatan tracing dan testing.
Karena itu untuk meningkatkan deteksi dini, Pemerintah juga akan mempergencar testing dan tracing, sebagai bentuk usaha deteksi dini.
”Positivity rate mingguan kita ada kenaikan sebesar 3,65%. Hal ini selain seiring dengan kenaikan kasus konfirmasi, tapi juga sejalan dengan ditingkatkannya angka testing dan tracing,” ujar dr. Nadia.
Walaupun ada kenaikan kasus, menurut dia Indonesia belum bisa disebut masuk ke dalam gelombang ketiga. Hal itu karena perlu telaah data secara komprehensif dalam tujuh hari terakhir.
”Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 4805 agar kita dapat melihat perkembangannya dalam 7 hari dan tidak terfokus dengan data harian saja. Hal ini agar kita dapat melihat data secara utuh sehingga dapat memperoleh informasi yang tepat,” tambah Nadia. (HS-08)