in

Revolusi demi Imbangi Ducati

HALO SEMARANG – Tim pabrikan dan satelit Honda memang terpuruk pada MotoGP 2020-2021.

Bos tim satelit LCR Honda, Lucio Cecchinello, menyatakan musim lalu menjadi salah satu musim terburuk mereka.

Kekurangan sumber daya manusia menjadi pokok kesulitan Cecchinello dan skuadnya.

‘’Kami memiliki sumber daya manusia yang sedikit ketimbang tim pabrikan. Kami harus memodifikasi struktur dengan membentuk figur baru, yakni direktur teknis umum,’’ ujar Lucio seperti dilansir dari Motosan.

Tugas direktur teknis umum adalah mengumpulkan informasi dari para kepala teknisi.

Setelah menduduki posisi ketujuh pada musim lalu, LCR Honda bersemangat menatap MotoGP 2022.

Cecchinello mengakui sepak terjang Ducati telah memicu tim lain di MotoGP termasuk Honda untuk melakukan revolusi.

Menurut dia, motor RC213V terbaru sudah punya lebih banyak berat pada bagian belakang dengan ruang yang lebih luas sebagai penyesuaian.

‘’Ducati yang memicu tim lain untuk membuat berbagai perubahan besar,’’ ungkap mantan pembalap kelas 125cc ini.

Kekuatan Ducati, lanjut Lucio, memaksa Honda harus terus berkembang.

‘’Sangat menjengkelkan saat Ducati mengalahkan kami,’’ tandasnya.

Cecchinello ikut gembira dengan kepulihan Marc Marquez.

‘’Saya pikir Marc adalah satu satu kandidat untuk merebut gelar juara dunia 2022. Ini akan menjadi persaingan yang seimbang, tapi dia bakal menjadi pemeran utamanya,’’ jelas pria berkebangsaan Italia itu. (HS-06)

Laju Terburuk di Bawah Tuchel

Tekad Buang Sang Dewa Perang dari Kelas Terbang