
HALO SEMARANG – Puluhan rumah warga di beberapa wilayah Kota Semarang mengalami kerusakan. Hal itu karena hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu (29/5/2021) sore.
Informasi yang diperoleh dari BPBD Kota Semarang, sebanyak 32 rumah di Kecamatan Ngaliyan mengalami kerusakan akibat hujan deras dan terjangan angin puting beliung tersebut.
Meskipun kejadian tak berlangsung lama, akan tetapi kencangnya angin puting beliung disertai guntur sampai memporan-porandakan hingga menghamburkan atap rumah milik warga.
“Hujan angin dan guntur berlangsung cuma 15 menit, asbes plafon rumah saya berterbangangan. Bahkan sampai ke rumah tetangga. Beruntung tak ada korban jiwa,” ujar Suti warga Silanda Selatan, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan kepada halosemarang.id, Minggu (30/5/2021).
Suti mengatakan, akibat kejadian itu, asbes, plafon rusak dan hilang sampai dirinya mengalami kerugian hingga Rp 10 juta.
Saat ini, lanjut Suti, keluarganya masih memilih bertahan di rumah, dan tengah sibuk membereskan serta memperbaiki tempat tinggalnya yang mengalami kerusakan.
“Masih ada satu kamar untuk berlindung, tapi masih takut saja kalau nanti hujan lagi soalnya atap saya masih bolong,” bebernya.
Informasi yang dihimpun, ada 14 rumah di Kecamatan Semarang Barat yang juga mengalami hal serupa. Tepatnya di Jalan Wonoharjo RT 8 RW 11, Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat. Kerusakan rumah warga juga diakibatkan oleh hujan deras disertai angin puting beliung.
Adapula lima rumah warga RT 3 di wilayah tersebut juga mengalami hal serupa.
“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian meteriil. Dari BPBD Kota Semarang juga sudah mendatangi memberikan bantuan. Kita juga sudah berkoordinasi dengan PMI, terkait bantuan,” kata Lurah Kembangarum, Poni.
Tak hanya rumah warga, Kantor Pengadilan Negeri (PN) Semarang juga mengalami kerusakan akibat hujan lebat dan angin kencang yang terjadi Sabtu (28/5/2021) sore.
Dari informasi yang dihimpun, eternit ruang kerja panitera pidana di lantai 2 PN Semarang ambrol hingga merusak berbagai berkas di ruangan. Tak hanya itu, papan nama yang berada di depan PN Semarang juga ambruk.
“Adanya hujan deras disertai angin kencang sehingga genting tersingkap dan air hujan terus masuk hingga plafon tidak kuat menahan air hujan yang terus menerus jadi ambrol,” kata Humas PN Semarang, Eko Budi Supriyanto, Minggu (30/5/2021).
Plafon atau eternit yang ambrol terjadi di sebagian ruang hakim dan ruang panitera pidana. Di ruang panitera pidana, air hujan dan eternit yang ambrol mengenai berbagai berkas perkara.
“Yang ada berkasnya itu ruang pidana tapi segera diatasi oleh petugas piket. Insya-Allah berkas aman,” ucapnya.(HS)