in

Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Pemkab Temanggung Siapkan Semua Rumah Sakit dan Tempat Karantina

Warga memanfaatkan tempat cuci tangan, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. (Foto : Temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung, mempersiapkan seluruh rumah sakit, berikut tenaga medis dan sarana pendukung, untuk merawat pasien Covid-19. Penyiapan ini sebagai langkah antisipasi kenaikan kasus penyakit tersebut pascalebaran 2021.

Sekretaris II Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono mengatakan tempat-tempat karantina milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, yakni Balai Latihan Kerja dan Gedung Pemuda Kowangan juga telah dipersiapkan.

“Kami telah siapkan tempat-tempat untuk penanganan pasien Covid-19, baik yang bergejala maupun tidak bergejala,” katanya, seperti dirilis Temanggungkab.go.id, Senin (17/5).

Selain yang disediakan Pemkab, dia juga meminta pemerintah desa mempersiapkan tempat-tempat isolasi atau karantina diaktifkan kembali. Tempat-tempat karantina di tingkat desa itu, nanti akan sangat berguna ketika tempat karantina milik Pemkab tidak lagi bisa menampung.

“Karantina mandiri di rumah tetap diterapkan, namun tempat- karantina ditingkat desa harus pula disiapkan sebagai langkah antisipasi,” imbuhnya.

Djoko mengatakan pada Lebaran tahun lalu ada peningkatan hingga 500 persen kasus Covid-19 di Kabupaten Temanggung. Jumlahnya mencapai kisaran 100 pasien. Mereka dirawat di rumah sakit, di tempat karantina milik Pemkab dan karantina mandiri di rumah.

Apabila tahun ini juga ada peningkatan 500 persen, katanya, berarti akan ada 500 pasien, mengingat kasus terakhir sebelum Lebaran berkisar 100 orang.

Karena itu, sebelumnya Pemkab Temanggung meminta pada semua pihak, untuk menaati protokol kesehatan, demi mencegah penularan Covid-19.

“Satgas Covid-19 hingga tingkat desa menekankan pada warga untuk terapkan protokol kesehatan, jangan sampai terlena,” ungkapnya.

Djoko mengemukakan tren kasus Covid-19 di Temanggung dalam beberapa waktu terakhir cenderung turun. Tetapi penurunan tersebut tidak boleh membuat lengah. Hal itu karena berdasarkan pengalaman, kenaikan angka Covid-19 pascalibur panjang seperti Lebaran dapat terjadi.

Semua pihak harus mampu mencegah dengan melakukan berbagai langkah preventif, sehingga tidak ada lonjakan penularan Covid-19, meski begitu tindakan antisipatif tetap dilakukan. (HS-08)

Bupati Kebumen Ancam Tutup Lagi Objek Wisata yang Abaikan Protokol Kesehatan

Lagi, Pemkab Karanganyar Gelar Halalbihalal Tanpa Bersalaman