in

Bupati Kebumen Ancam Tutup Lagi Objek Wisata yang Abaikan Protokol Kesehatan

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bersama rombongan pejabat meninjau penerapan protokol kesehatan di objek wisata. (Foto : Kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto meminta para pengelola objek wisata untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan, termasuk pada pengunjung. Jika pengelola objek wisata tak dapat melaksanakan hal itu, Pemkab Kebumen tak akan segan-segan melakukan penutupan, demi mencegah penyebaran Covid-19.

Selain mendisiplinkan pengunjung untuk selalu mengenakan masker, pengelola juga harus membatasi jumlah pengunjung, hingga maksimal 30 persen dari kapasitas normal.

“Misalnya kalau hari normal bisa nampung 10 ribu, maka sekarang dibatasi hanya 3 ribu, yang lain tidak boleh masuk, ngantri pada hari berikutnya,” kata Arif, seperti dirilis Kebumenkab.go.id, Senin (17/5).

Penegasan serupa juga disampaikan Bupati Arif Sugiyanto, ketika mengecek penerapan protokol kesehatan di sejumlah objek wisata di Kebumen, bersama seluruh jajaran forkopimda, Minggu (16/5).

Setelah resmi dibuka dihari ketiga usai lebaran, objek wisata di Kebumen memang sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan, baik dari lokal Kebumen, maupun dari kabupaten tetangga.

Hal inilah yang membuat Bupati ingin memastikan, apakah pengelola obyek wisata benar-benar menerapkan protokol kesehatan di lokasi dan juga pada pengunjung.

Beberapa tempat wisata yang dikunjungi yakni Gua Jatijajar, Pantai Menganti, dan Pantai Suwuk. Di hari yang sama, Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih juga turut melakukan monitoring di tempat terpisah, yakni di objek wisata Pemandian Air Panas Krakal, Alian, kemudian Pentulu Indah, Karangsambung, dan Embung Cangkring di Kecamatan Sadang.

Berdasarkan pantauan Bupati, para wisatawan yang datang ke lokasi taat terhadap protokol kesehatan. Pihak pengelola juga ketat mendisiplinkan para pengunjung untuk patuh dan taat terhadap prokes sebagai syarat masuk.

Misalnya memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak. “Alhamdulillah tadi kita liat baik di Jatijajar maupun di Pantai Menganti, para pengunjung taat dan patuh terhadap prokes. Pakai masker, cuci tangan dan sebagainya. Pihak pengelola juga menggunakan sistem buka tutup, untuk mencegah penumpukan, saya liat sudah cukup baik,” ujar Bupati di sela kunjungannya di Menganti.

Titik tekannya kata Arif, di saat musim ramai seperti lebaran ini, pihak pengelola harus bisa benar-benar menerapkan aturan, tidak abai terhadap prokes.

Berdasarkan pantuan tim di lapangan, terlihat jalan selatan yang menjadi jalur utama menuju Pantai Menganti dan pantai-pantai lain di sekitarnya terlihat padat, bahkan terjadi kemacetan. Ini dikarenakan adanya sistem buka tutup, dan pembatasan kapasitas.

Bahkan banyak pengunjung yang diminta putar balik agar tidak semakin terjadi penumpukan. “Kita juga mengingatkan kepada pengelola agar wisata tutup pukul 15.00 WIB. Seperti di Pantai Petanahan sebelum jam 4 sore sudah tutup, pengunjung tidak boleh lebih dari 30 persen,” jelas Arif.

Sementara itu Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menambahkan, pihaknya juga sudah menerjunkan aparat kepolisian untuk melakukan pemantauan setiap hari di semua objek wisata yang ada di Kebumen.

Pihaknya bahkan menerjunkan para Polwan untuk turut serta membagikan masker. “Kita dari aparat kepolisian setiap hari juga melakukan pemantuan kondisi di lapangan. Alhamdulillah semua terlihat berjalan kondusif, prokes berjalan dengan baik, kita juga turut mengerahkan Polwan untuk membagikan masker kepada pengunjung bagi yang kelupaan dengan pendekatan yang humanis,” tegas Kapolres. (HS-08)

H+4 Lebaran, Harga Daging Sapi dan Daging Ayam Turun

Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Pemkab Temanggung Siapkan Semua Rumah Sakit dan Tempat Karantina