
HALO KENDAL – Bermodalkan pengetahuan secara otodidak, Rusmiyati, seorang ibu rumah tangga di Dusun Kaligedang RT 3 RW 03, Desa Kalirejo, Kecamatan Singorojo, mencoba mengolah jahe merah menjadi minuman instan siap saji.
Tanaman jahe merah menurut beberapa pendapat, memang bisa meningkatkan imunitas tubuh. Sehingga di tengah pandemi Covid-19 ini, tentunya minuman jahe merah banyak dicari masyarakat. Dan peluang itu tidak dilepas begitu saja.
Rusmiyati, yang aktif dalam berbagai kegiatan PKK dusun juga pendampingan desa, mencoba memanfaatkan tanaman jahe yang banyak ditanam warga sekitar, untuk diolah menjadi minuman instan siap saji.
“Saya awalnya belajar secara otodidak, beberapa kali saya melakukan uji coba dan alat pun saya bikin sederhana untuk menunjang proses produksi,” ungkapnya kepada media saat dijumpai di kediamannya, Sabtu (30/1/2021).
Jahe merah yang banyak ditanam masyarakat sekitar, diolah melalui proses peracikan yang merubah jahe menjadi serbuk dan siap untuk diminum.
“Pengetahuan dalam mengolah jahe menjadi serbuk siap minum ini tidak hanya untuk saya sendiri. Tapi beberapa warga juga saya ajak belajar bersama di rumah, cara meracik jahe menjadi minuman instan,” kata Rusmiyati.
Harapannya, dengan banyaknya warga yang bisa mengolah jahe, selain bisa dikonsumsi sendiri untuk meningkatkan imunitas, juga bisa menjadikan tambahan pendapatan bagi warga.
“Saya ajarkan bagaimana cara mengolah jahe ke warga. Karena kebetulan saya adalah kader PKK dusun sini, juga sebagai pendamping desa. Harapan saya, warga bisa menikmati hasil dari usaha ini apalagi permintaan cukup banyak saat ini,” jelasnya.
Rusmiyati menjelaskan, sebelum diolah, jahe merah dicuci bersih dari sisa-sisa tanah, lalu dipotong kecil-kecil. Kemudian dimasukkan dalam blender atau bisa juga diparut manual dan beri air secukupnya, sehingga diperoleh parutan jahe.
“Selanjutnya, air jahe disaring dari parutannya seperti memeras santan. Diamkan air perasannya selama beberapa menit agar terdapat endapan di bagian bawah wadah,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Rusmiyati, air perasan jahe dipisahkan dari endapan putih di bagian bawah wadah.
“Air perasan jahe dimasukkan dalam wajan dan ditambah gula kemudian panaskan dengan api sedang,” jelas Rusmiyati.
Air perasan tersebut terus diaduk secara berkala. Setelah air jahenya mendidih kemudian kecilkan apinya dan terus diaduk hingga mengental.
“Apabila sudah mengental maka jahe instan sudah hampir jadi. Terus aduk hingga diperoleh serbuk jahe instan,” imbuhnya.
Lalu proses selanjutnya, kata Rusmiyati, serbuk jahenya diblender kembali untuk mendapatkan ukuran serbuk yang kecil-kecil.
“Serbuk jahe instan siap dikemas dan dapat langsung diseduh menggunakan air panas,” ujarmya.
Akhirnya dengan ketekunan dan promosi yang dilakukannya, minuman racikan jahe milik Rusmiyati mulai dikenal masyarakat. Ia kemudian memberi label produknya dengan nama “Jahe Merah Kak Rus”.
“Saya bekerja sama dengan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kabupaten Kendal. Bahkan produk saya sudah dipamerkan ke berapa tempat,” pungkasnya.
Untuk produksi jahe merah, Rusmiyati mengemas perbungkus 150 gram seharga Rp 30 ribu, dan jahe emprit Rp 25 ribu. Meski demikian, dirinya mengaku belum berani memproduksi dalam jumlah besar, hanya sesuai pesanan.(HS)