HALO SEMARANG – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag terus telah menyalurkan Rp15,97 miliar disalurkan untuk meningkatkan kualitas layanan rumah ibadah bagi umat Hindu. Bantuan disalurkan sebagai bentuk pelayanan dalam dua tahun Asta Cita.
Pada 2025, sebanyak 91 lokasi rumah ibadah menerima bantuan dengan total anggaran mencapai Rp11,37 miliar.
“Bantuan ini mencakup pembangunan dan rehabilitasi Pura di berbagai provinsi,” terang Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, Kementerian Agama juga menaruh perhatian besar pada aspek ramah lingkungan dan aksesibilitas.
Melalui program Bantuan Pembangunan/Rehabilitasi Rumah Ibadah Ramah dan Sehat 2025, sebanyak 16 lokasi menerima bantuan dengan total Rp1,6 miliar.
“Program ini bertujuan menyediakan fasilitas ibadah yang layak bagi kelompok rentan, penyandang disabilitas, dan ramah anak,” sebutnya.
Ditjen Bimas Hindu juga menyalurkan bantuan untuk rumah ibadah terdampak banjir dan gempa. Pada 2025, 10 rumah ibadah terdampak banjir dan gempa menerima bantuan senilai Rp1 miliar.
Khusus untuk Provinsi Bali, pada 2026, Ditjen Bimas Hindu menggelontorkan bantuan sebesar Rp2 miliar untuk rehabilitasi 38 rumah ibadah yang terdampak bencana.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan umat kembali dapat beribadah dengan tenang.
“Bantuan juga digelontorkan untuk 15 rumah ibadah dalam program pembangunan atau rehabilitasi tahun 2026 dengan total Rp2 miliar, serta tiga lokasi di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dengan nilai Rp600 juta,” papar Prof Nengah Duija.
Tidak hanya rumah ibadah, Ditjen Bimas Hindu juga memberikan Bantuan Operasional Rumah Ibadah.
Pada 2025, bantuan disalurkan pada 15 lokasi dengan total Rp750 juta untuk mendukung tata kelola rumah ibadah yang berdaya guna.
Untuk mendukung prosesi keagamaan, bantuan pembangunan Rumah Duka/Krematorium tahun 2025 disalurkan ke tiga lokasi di Sorong, Palangkaraya, dan Kolaka Timur, masing-masing sebesar Rp200 juta.
Ditjen Bimas Hindu Kemenag juga terus ambil bagian dalam memberdayakan ekonomi umat. Melalui optimalisasi Badan Pengelola Dana Umat Hindu (BDDN), Ditjen Bimas Hindu menyalurkan bantuan untuk memberdayakan ekonomi umat.
Pada 2025 misalnya, Ditjen Bimas Hindu menyalurkan dana sebesar Rp2,73 miliar untuk enam pilar, dengan penekanan pada aspek sosial kemanusiaan (49%) dan investasi (46%).
Memasuki 2026, penyaluran dana sosial BDDN terus berlanjut dengan nilai mencapai Rp427,6 juta, untuk pilar Pandita & Pinandita (34%) serta Organisasi Keagamaan Hindu (26%).
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian lembaga keagamaan dan kesejahteraan para tokoh agama,” sebut Nengah Duija.
Di bidang pendidikan, Ditjen Bimas Hindu juga konsisten memberikan dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa Widyalaya.
Pada 2025, sebanyak 1.455 siswa dari jenjang Adi, Madyama, dan Utama Widyalaya menerima bantuan dengan total anggaran Rp1,1 miliar.
“Untuk tahun 2026, penyaluran PIP bagi siswa Widyalaya dialokasikan melalui Puspenma,” ucap Nengah Duija.
Tidak hanya di tingkat dasar dan menengah, perhatian juga diberikan kepada mahasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Program KIP Ongoing dan KIP Baru telah tersalurkan di sembilan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) di seluruh Indonesia, seperti UNHI Denpasar, ITP Markandeya Bali, STAH Dharma Nusantara Jakarta, hingga STKIP Agama Hindu Singaraja.
“Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) juga terus digulirkan untuk mencetak SDM Hindu yang unggul dan berdaya saing,” tutup Dirjen Bimas Hindu. (HS-08)


