in

Biznet Genap 26 Tahun, Perkuat Infrastruktur Digital dan Siapkan Ekspansi Kabel Laut Baru

Suasana pemaparan pengembangan infrastuktur Biznet dalam melayani konektivitas digital di Indonesia saat kegiatan Media Gathering bersama awak media di kantor Cabang Biznet Semarang, Rabu (21/10/2026).

HALO BISNIS – Memasuki usia ke-26 tahun, Biznet memperkuat investasi infrastruktur digital untuk menjawab kebutuhan konektivitas internet berkapasitas besar, sekaligus mengantisipasi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pengembangan AI-Ready Data Center, penguatan jaringan kabel serat optik bawah laut, serta perluasan jangkauan layanan internet di berbagai wilayah Indonesia.

Assistant Senior Manager East I Biznet (Jateng dan DIY), Ageng Prasetyo Aji, mengatakan salah satu inovasi yang dikembangkan perusahaan adalah Biznet AI Center di Bali. Fasilitas tersebut menjadi AI-Ready Data Center pertama milik Biznet yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan.

“Bali menjadi salah satu fokus ekspansi jaringan kami. Saat ini, jaringan Biznet telah menjangkau lebih dari 200 ribu homepass yang tersebar di 268 kelurahan di Bali. Selain itu, ada tren Work From Bali (WFB) yang turut menjadi pertimbangan pengembangan infrastruktur di wilayah tersebut,” kata Ageng di Kantor Cabang Biznet Semarang, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi digital mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur yang tidak sekadar menyediakan koneksi internet, tetapi juga mampu menangani pemrosesan data dan komputasi dengan kapasitas lebih besar.

Berdasarkan PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025, sebanyak 69 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI untuk pekerjaan mereka dalam 12 bulan terakhir. Sementara itu, penetrasi internet Indonesia mencapai 81,72 persen pada 2026 berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Perkembangan tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap infrastruktur digital semakin kompleks, baik dari sisi kapasitas jaringan maupun kemampuan pengolahan data.

“Oleh karena itu, pengembangan ini merupakan bagian dari upaya Biznet menghadirkan infrastruktur yang dapat mendukung kebutuhan komputasi, adopsi, serta perkembangan ekosistem AI di Indonesia,” ujarnya.

Ageng menjelaskan, AI Center merupakan pusat data yang dirancang untuk menangani kebutuhan komputasi AI, termasuk dengan dukungan kapasitas daya listrik yang lebih besar dan sistem pendingin khusus.

Biznet AI Center dilengkapi kapasitas daya hingga 145 kW per rak, teknologi pendingin cair atau liquid cooling, serta konektivitas yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pengolahan data. Fasilitas tersebut juga mencakup laboratorium pengembangan AI.

“Infrastruktur ini kami siapkan untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama kebutuhan komputasi berkapasitas besar. Kehadiran AI-Ready Data Center diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kesiapan era digital berbasis kecerdasan buatan, sehingga pelanggan bisa memaksimalkan produktivitasnya,” jelas Ageng.

Selain memperkuat infrastruktur pusat data, Biznet juga mengembangkan jaringan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan konektivitas antarpulau.

Salah satunya melalui Biznet Nusantara Cable System (BNCS), jaringan kabel serat optik bawah laut yang telah dibangun, dimiliki, dan dioperasikan sendiri oleh Biznet sejak 2024.

Saat ini, perusahaan tengah mempersiapkan pembangunan jaringan kabel laut baru, yakni Biznet Nusantara Cable System-2 (BNCS-2). Infrastruktur tersebut direncanakan menghubungkan Surabaya di Pulau Jawa, Banjarmasin di Kalimantan, Sumenep di Madura, serta Buleleng di Bali.

Pembangunan BNCS-2 menjadi bagian dari strategi Biznet untuk memperkuat kapasitas jaringan sekaligus meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan internet di wilayah yang terhubung.

President Director Biznet, Adi Kusma, mengatakan perjalanan selama 26 tahun menjadi momentum bagi perusahaan untuk terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat digital.

Menurutnya, kebutuhan internet saat ini telah berkembang melampaui konektivitas dasar. Kapasitas jaringan dan kemampuan pengolahan data menjadi semakin penting, terutama seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi AI.

“Kami memahami bahwa kebutuhan digital saat ini tidak terbatas pada konektivitas semata, tetapi juga kapasitas besar untuk mengakselerasi berbagai kegiatan komputasi dan pengolahan data guna mendukung implementasi AI yang terus berkembang,” kata Adi.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur jaringan bukan sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, melainkan juga menciptakan pengalaman layanan yang lebih baik dan membuka peluang baru bagi masyarakat.

Hingga saat ini, jaringan Biznet telah menjangkau lebih dari 200 kota dan kabupaten di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores. Jangkauan tersebut didukung lebih dari tiga juta homepass serta lebih dari 300 kantor cabang.

Perusahaan juga terus memperluas jaringan untuk menghadirkan konektivitas dengan kapasitas bandwidth lebih besar dan harga yang semakin terjangkau.

“Sejak awal, Biznet memiliki komitmen untuk mengurangi kesenjangan digital di Indonesia. Komitmen tersebut kami wujudkan melalui pengembangan infrastruktur dan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR agar manfaat konektivitas dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Adi.

Pada 2026, Biznet memberikan layanan internet gratis kepada lebih dari 300 kepala keluarga di sekitar lokasi Biznet MarinePOP, yakni fasilitas pendaratan kabel bawah laut milik perusahaan.

Program tersebut menjangkau masyarakat di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Serang, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Gresik.

Adi mengatakan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan agar masyarakat di sekitar infrastruktur digital turut merasakan manfaat konektivitas internet.

“Bagi kami, konektivitas bukan hanya menyediakan akses internet, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, memperoleh informasi, dan berkembang di era digital,” tuturnya.

Selain infrastruktur jaringan, Biznet juga berupaya meningkatkan pengalaman pelanggan melalui pengembangan aplikasi MyBiznet.

Aplikasi tersebut memungkinkan pelanggan mengelola layanan, mengakses informasi, menikmati berbagai promosi, hingga memperoleh dukungan layanan pelanggan dengan lebih mudah.

Seiring perkembangan teknologi AI, MyBiznet juga terus dikembangkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu pelanggan memperoleh informasi dan solusi layanan secara lebih cepat, responsif, dan personal.

Biznet turut menghadirkan program apresiasi bagi pelanggan melalui Biznet Prize Vaganza. Program ini memberikan kesempatan kepada pelanggan Biznet Home dan Biznet Metronet untuk mendapatkan beragam hadiah, mulai dari suvenir eksklusif Biznet, Apple Watch, iPad, PlayStation 5, voucher menginap di Rimba by AYANA Bali, MacBook Neo, hingga hadiah utama berupa emas seberat 10 gram, 25 gram, dan 100 gram.

Khusus selama Oktober 2026, Biznet juga meningkatkan kapasitas bandwidth Biznet Home menjadi 100 Mbps selama satu bulan tanpa biaya tambahan.(HS)

Adi mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan dalam menikmati layanan internet.

“Bagi kami, 26 tahun bukan hanya tentang seberapa jauh kami telah melayani masyarakat, tetapi juga tentang apa yang dapat kami berikan ke depannya. Karena itu, kami akan terus berinvestasi pada infrastruktur, teknologi, dan pengalaman pelanggan untuk menciptakan lebih banyak nilai serta mendukung Indonesia menjadi semakin terhubung,” pungkasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, mitra, media, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Biznet selama 26 tahun. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bagian penting bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan memperluas manfaat teknologi digital bagi masyarakat Indonesia.(HS)

Rangkaian HUT ke-62, DPD Golkar Kendal Gelar Baksos hingga Olahraga

Tim Monitoring Verval Mabes TNI Datang ke Kendal, Beri Pengarahan Manajer dan Ketua KDKMP